Tahun Depan Impor Bahan Baku Diprediksi Meningkat
Minggu, 22 November 2020 - 06:15 WIB
Pada 2021, sambung dia, ekspor diperkirakan tumbuh lebih tinggi, sejalan dengan pemulihan ekonomi global, termasuk negara-negara mitra dagang Indonesia. “Presiden terpilih Amerika Serikat, Joe Biden, diperkirakan akan menerapkan kebijakan-kebijakan yang cenderung bertolak belakang dengan kebijakan Donald Trump, di antaranya menurunkan tensi perang dagang dan hambatan perdagangan,” ungkap dia.
(Baca juga:Neraca Perdagangan Surplus Indikasi Ekonomi RI Bisa Bertahan?)
Konsekuensinya, kata dia, volume perdagangan dunia yang tertekan akibat konflik tersebut akan kembali meningkat, sehingga akan berdampak pada peningkatan ekspor Indonesia. Meskipun demikian, pertumbuhan impor diperkirakan akan lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekspor, sehingga surplus perdagangan diperkirakan akan menyempit pada 2021. Pemulihan ekonomi dalam negeri dan peningkatan permintaan ekspor akan mendorong peningkatan impor bahan baku/penolong dan barang modal.
(Baca juga:Neraca Perdagangan Juni Surplus USD1,27 Miliar, Wamendag: Tetap Waspada)
Faisal mengungkapkan impor migas juga diperkirakan kembali meningkat, mengikuti peningkatan harga minyak minyak dunia. Hal tersebut dipicu oleh permintaan global terhadap sumber energi yang kembali mengalami rebound, meskipun akan relatif tipis mengingat masih tingginya tingkat persediaan minyak global dan surplus produksi minyak mentah.
(Baca juga:Neraca Perdagangan Surplus Indikasi Ekonomi RI Bisa Bertahan?)
Konsekuensinya, kata dia, volume perdagangan dunia yang tertekan akibat konflik tersebut akan kembali meningkat, sehingga akan berdampak pada peningkatan ekspor Indonesia. Meskipun demikian, pertumbuhan impor diperkirakan akan lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekspor, sehingga surplus perdagangan diperkirakan akan menyempit pada 2021. Pemulihan ekonomi dalam negeri dan peningkatan permintaan ekspor akan mendorong peningkatan impor bahan baku/penolong dan barang modal.
(Baca juga:Neraca Perdagangan Juni Surplus USD1,27 Miliar, Wamendag: Tetap Waspada)
Faisal mengungkapkan impor migas juga diperkirakan kembali meningkat, mengikuti peningkatan harga minyak minyak dunia. Hal tersebut dipicu oleh permintaan global terhadap sumber energi yang kembali mengalami rebound, meskipun akan relatif tipis mengingat masih tingginya tingkat persediaan minyak global dan surplus produksi minyak mentah.
(dar)
Lihat Juga :