Promosi Pariwisata Indonesia Jalan Terus di Tengah Pandemi
Minggu, 22 November 2020 - 11:01 WIB
(Baca juga: Dorong Pariwisata Labuan Bajo, Pemerintah Fasilitasi Sertifikasi CHSE hingga Bangun Internet Super Cepat )
Juru Bicara Kemenparekraf, Prabu Revolusi mengatakan, saat ini masyarakat dan negara-negara di seluruh dunia masih wait and see untuk mulai membuka kembali perjalanan wisata. Pasalnya, ketidakpastian masih tinggi dan sejumlah negara juga dilanda gelombang kedua (second wave) Covid-19.
"Jadi termasuk wacana travel bubble juga masih sedang dikonsepkan apakah ini efektif atau nggak? Apalagi kita masih belum tahu kapan vaksin Covid-19 akan terdistribusi ke masyarakat, sehingga ancaman second wave bisa terjadi kapan saja," ujarnya.
(Baca juga: Pesan Raja Salman Soal Kesetaraan Akses Vaksin Covid-19 Bagi Siapapun )
Dia menyebut bahwa vaksin Covid-19 menjadi kunci yang akan dapat mempercepat pemulihan semua sektor ekonomi termasuk pariwisata. "Vaksin Covid-19 betul-betul jadi momentum untuk semua sektor. Tinggal tunggu vaksin, kalau sudah ada (maka) semua lebih baik," pungkasnya.
Juru Bicara Kemenparekraf, Prabu Revolusi mengatakan, saat ini masyarakat dan negara-negara di seluruh dunia masih wait and see untuk mulai membuka kembali perjalanan wisata. Pasalnya, ketidakpastian masih tinggi dan sejumlah negara juga dilanda gelombang kedua (second wave) Covid-19.
"Jadi termasuk wacana travel bubble juga masih sedang dikonsepkan apakah ini efektif atau nggak? Apalagi kita masih belum tahu kapan vaksin Covid-19 akan terdistribusi ke masyarakat, sehingga ancaman second wave bisa terjadi kapan saja," ujarnya.
(Baca juga: Pesan Raja Salman Soal Kesetaraan Akses Vaksin Covid-19 Bagi Siapapun )
Dia menyebut bahwa vaksin Covid-19 menjadi kunci yang akan dapat mempercepat pemulihan semua sektor ekonomi termasuk pariwisata. "Vaksin Covid-19 betul-betul jadi momentum untuk semua sektor. Tinggal tunggu vaksin, kalau sudah ada (maka) semua lebih baik," pungkasnya.
(ind)
Lihat Juga :