Utang Global Diproyeksi Tembus Rp2,8 Juta Triliun, Bisa Buat Apa Ya?
Jum'at, 04 Desember 2020 - 19:55 WIB
"Utang global terhadap PDB (produk domestik bruto) telah meningkat selama bertahun-tahun, pandemi hanya memperburuk peningkatan," ungkap laporan S&P yang dikutip Reuters, Jumat (4/12/2020).
Namun, terlepas dari lonjakan dan gelombang default yang diharapkan selama tahun mendatang, S&P Globaltidak mengharapkan adanya krisis besar pada tahap ini.
"Proyeksi kenaikan 14% dalam utang global terhadap PDB pada tahun 2020 tidak mungkin menyebabkan krisis utang jangka pendek, asalkan ekonomi pulih, vaksin didistribusikan secara luas, suku bunga tetap sangat rendah, dan perilaku meminjam moderat," kata laporan itu.
S&P menambahkan, selama ekonomi dunia bangkit kembali setelah pandemi, rasio utang terhadap PDB global akan turun kembali ke 256% pada 2023. "Kami berharap pertumbuhan utang perusahaan, pemerintah dan rumah tangga mereda karena cenderung telah melalui resesi," papar S&P.
Untuk membayangkan betapa "wow-nya" nilai utang tersebut, seandainya dibagikan ke seluruh penduduk Indonesia yang pada semester I/2020 berjumlah 268.583.016 jiwa, maka setiap orang di negara ini masing-masing akan kebagian duit sebesar Rp10,42 miliar.
Namun, terlepas dari lonjakan dan gelombang default yang diharapkan selama tahun mendatang, S&P Globaltidak mengharapkan adanya krisis besar pada tahap ini.
"Proyeksi kenaikan 14% dalam utang global terhadap PDB pada tahun 2020 tidak mungkin menyebabkan krisis utang jangka pendek, asalkan ekonomi pulih, vaksin didistribusikan secara luas, suku bunga tetap sangat rendah, dan perilaku meminjam moderat," kata laporan itu.
S&P menambahkan, selama ekonomi dunia bangkit kembali setelah pandemi, rasio utang terhadap PDB global akan turun kembali ke 256% pada 2023. "Kami berharap pertumbuhan utang perusahaan, pemerintah dan rumah tangga mereda karena cenderung telah melalui resesi," papar S&P.
Untuk membayangkan betapa "wow-nya" nilai utang tersebut, seandainya dibagikan ke seluruh penduduk Indonesia yang pada semester I/2020 berjumlah 268.583.016 jiwa, maka setiap orang di negara ini masing-masing akan kebagian duit sebesar Rp10,42 miliar.
Lihat Juga :