Ada Pandemi, Kebutuhan Energi Beranjak Normal di 2022

Selasa, 08 Desember 2020 - 16:56 WIB
Sementara pemanfaatan gas menurutnya juga akan meningkat, meskipun masih dengan porsi relatif stabil. Sedangkan untuk porsi batu bara dan minyak akan mengalami penurunan dikarenakan adanya transisi energi.

(Baca juga: Energi Fosil, EBT dan Batu Bara, Mana yang Berjaya? )

Dari sisi emisi karbon dioksida di sektor energi, dia mengungkapkan pada 2020 mencapai sekitar hampir 500 MT. Bila dengan skenario bisnis biasa, maka emisi karbon akan meningkat signifikan menjadi hampir 1.400 MT pada 2050.

Jika dengan menggunakan skenario Market Driven menjadi sekitar 900 MT. Sedangkan bila menggunakan skenario transisi energi, maka emisi karbon bisa dijaga hampir sama dengan tahun ini sekitar 500-600 MT.

“Untuk mencapai penurunan emisi sesuai skenario, diperlukan EBT paling sedikit 16% pada 2030 yang didukung oleh disrupsi energi lainnya seperti EV, biofuel, dan peningkatan pemanfaatan gas,” jelasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!