Demi Anak Cucu Kita, Sri Mulyani Tidak Bosan Terangkan Pentingnya Bayar Pajak
Selasa, 08 Desember 2020 - 20:48 WIB
"Kita menghadapi tantangan defisit yang melonjak, harus segera disehatkan kembali. Salah satu menyehatkannya adalah dengan memulihkan penerimaan pajak," imbuhnya.
(Baca Juga: Rasio Pajak RI Rendah, Menkeu Sri Mulyani Akui Tidak Ada yang Bisa Dibanggakan )
Sebagai informasi, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebelumnya mencatat penerimaan pajak sampai akhir Oktober 2020 sebesar Rp826,9 triliun atau baru 69% dari target Rp1.198,8 triliun. Artinya penerimaan pajak masih kurang Rp371,9 triliun untuk dua bulan terakhir ini.
Penerimaan pajak sampai dengan akhir Oktober 2020 ini mengalami kontraksi 18,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pasalnya sebagian besar jenis pajak mengalami tekanan seiring meningkatnya pemanfaatan insentif dan restitusi pajak.
(Baca Juga: Rasio Pajak RI Rendah, Menkeu Sri Mulyani Akui Tidak Ada yang Bisa Dibanggakan )
Sebagai informasi, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebelumnya mencatat penerimaan pajak sampai akhir Oktober 2020 sebesar Rp826,9 triliun atau baru 69% dari target Rp1.198,8 triliun. Artinya penerimaan pajak masih kurang Rp371,9 triliun untuk dua bulan terakhir ini.
Penerimaan pajak sampai dengan akhir Oktober 2020 ini mengalami kontraksi 18,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pasalnya sebagian besar jenis pajak mengalami tekanan seiring meningkatnya pemanfaatan insentif dan restitusi pajak.
(akr)
Lihat Juga :