Harga Minyak Mentah Indonesia Naik ke Level USD40,67 per Barel
Rabu, 09 Desember 2020 - 11:22 WIB
Faktor lainnya adalah pelaku pasar berkeyakinan bahwa negara-negara OPEC akan kooperatif dalam melakukan pemotongan produksi. Pertemuan OPEC di tanggal 30 November - 1 Desember 2020 diyakini bahwa pemotongan produksi akan dilanjutkan.
"Berdasarkan data dari Baker hughes, jumlah operasional oil rig internasional di bulan oktober 656 unit, kondisi ini turun 46 unit dibanding bulan sebelumnya dan jauh lebih rendah 474 unit dibanding tahun 2019," ujar Tim Harga dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu (9/12/2020).
(Baca juga: Komitmen Kembangkan Energi Alternatif, Pertamina Lanjutkan Kajian Gasifikasi Batubara )
Lebih lanjut Tim Harga menuturkan, peningkatan harga minyak juga dipengaruhi optimisme pasar setelah informasi perkembangan vaksin covid-19 oleh para produser vaksin, yang mengklaim dapat mencapai efficacy rate diatas 90% dan optimisme pasar terhadap peluncuran paket stimulus ekonomi oleh Amerika Serikat.
Untuk kawasan Asia Pasifik, kenaikan harga minyak mentah selain disebabkan oleh faktor-faktor tersebut, juga dipengaruhi oleh proyeksi pertumbuhan perekonomian di China yang terus mengalami kenaikan yaitu 3,2% di triwulan II dan 4,9% di triwulan III.
(Baca juga: China dan Nepal Revisi Ketinggian Gunung Everest )
Selain itu juga merefleksikan permintaan minyak yang terus menguat yaitu 12,85 juta barel per hari di triwulan II, kemudian 12,97 juta barel per hari di triwulan III dan 13,58 juta barel per hari di triwulan IV tahun 2020. Juga, ada peningkatan permintaan minyak di India utamanya jenis kerosene, gasoline, naphta dan diesel.
"Berdasarkan data dari Baker hughes, jumlah operasional oil rig internasional di bulan oktober 656 unit, kondisi ini turun 46 unit dibanding bulan sebelumnya dan jauh lebih rendah 474 unit dibanding tahun 2019," ujar Tim Harga dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu (9/12/2020).
(Baca juga: Komitmen Kembangkan Energi Alternatif, Pertamina Lanjutkan Kajian Gasifikasi Batubara )
Lebih lanjut Tim Harga menuturkan, peningkatan harga minyak juga dipengaruhi optimisme pasar setelah informasi perkembangan vaksin covid-19 oleh para produser vaksin, yang mengklaim dapat mencapai efficacy rate diatas 90% dan optimisme pasar terhadap peluncuran paket stimulus ekonomi oleh Amerika Serikat.
Untuk kawasan Asia Pasifik, kenaikan harga minyak mentah selain disebabkan oleh faktor-faktor tersebut, juga dipengaruhi oleh proyeksi pertumbuhan perekonomian di China yang terus mengalami kenaikan yaitu 3,2% di triwulan II dan 4,9% di triwulan III.
(Baca juga: China dan Nepal Revisi Ketinggian Gunung Everest )
Selain itu juga merefleksikan permintaan minyak yang terus menguat yaitu 12,85 juta barel per hari di triwulan II, kemudian 12,97 juta barel per hari di triwulan III dan 13,58 juta barel per hari di triwulan IV tahun 2020. Juga, ada peningkatan permintaan minyak di India utamanya jenis kerosene, gasoline, naphta dan diesel.
Lihat Juga :