Industri Batu Bara RI Bisa Jadi Pemain Global, Begini Caranya

Kamis, 17 Desember 2020 - 12:12 WIB
Manook menambahkan, banyak negara yang sudah melangkah maju dengan teknologi batubara bersih di ASEAN, terutama teknologi dengan tinggi efisiensi dan rendah emisi (HELE), guna menjembatani kesenjangan dalam mencapai Nol Emisi, termasuk Indonesia yang membangun pembangkit listrik supercritical pertamanya yang berkapasitas 660 MegaWatt di Cirebon pada 2011/2022 dan PLTU Paiton dengan total kapasitas 815 MegaWatt.

"Industri batu bara di Indonesia tumbuh signifikan dalam beberapa dekade terakhir, bahkan nilai ekspornya berkontribusi terhadap 31,7% ekspor batu bara global," katanya.

Studi Oxford Institute for Energy Studies menyebutkan, bahwa industri batu bara menyumbang sedikitnya 4% dari total Produk Domestik Bruto (GDP) Indonesia. Hal tersebut juga diperkuat dengan rencana Indonesia dalam menjajaki peluang ekspor batubara ke beberapa negara lain seperti Bangladesh, Pakistan dan Vietnam.

“Jenis batu bara dari Indonesia cocok sebagai bahan campuran, dan salah satu anggota kami dari Indonesia, Berau (Berau Coal) sangat berpengalaman dalam mengolah batubara yang diproduksi dari beberapa tambang batubara Indonesia,” terangnya.

Manook melanjutkan, Indonesia sebagai negara rumah cadangan batu bara terbesar ke-10 dunia menurut BP Statistical Review of World Energy 2019, berperan penting dalam menjamin keamanan dan ketahanan energi tidak hanya dalam ranah kawasan ASEAN, namun juga secara global. Terlebih, berdasarkan laporan dari IEA CCC tahun 2019, produksi batubara Indonesia memberikan kontribusi positif terhadap aspek makro ekonomi domestik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!