Punya Banyak Pulau dan Resort, RI Bisa Kembangkan Wisata Holiday Escape
Jum'at, 01 Januari 2021 - 23:55 WIB
Dia memperkirakan kalangan menengah atas juga rindu mencari sinar matahari seperti turis asal Eropa Utara. Mereka pasti sudah rindu berlibur ke negara tropis. "Negara-negara lain sudah bikin kebijakan seperti ini di Maldives dan Thailand. Sementara di sini mayoritas tinggal di Bali sambil Work From Destination atau kerja sambil berlibur. Tujuan lainnya juga ada di beberapa lokasi yang sudah ternama seperti di Kepulauan Seribu, Lombok, dan Riau," jelasnya.
Sebelumnya Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo mengatakan kalau Indonesia bisa menjadi lokasi work from destination atau bekerja dari destinasi wisata.
(Baca Juga: Tinjau Danau Toba, Menteri Sandiaga Ajak Pemangku Kebijakan Berkolaborasi Bangkitkan Pariwisata)
"Saat ini ada fenomena baru yakni work from destination, yang merupakan perpanjangan dari work from home. Dalam perbincangan dengan Asian Development Bank mereka menyebutkan kalau sekitar 80% staf mereka yang ekspatriat kini bekerja di Bali," kata Angela beberapa waktu lalu.
Dia menjelaskan para pelaku usaha wisata wajib menerapkan protokol kesehatan sebagai salah satu unsur pelayanan yang berkualitas. Protokol kesehatan wajib diterapkan oleh seluruh lapisan pelaku usaha wisata, bahkan di destinasi yang super premium.
Sebelumnya Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo mengatakan kalau Indonesia bisa menjadi lokasi work from destination atau bekerja dari destinasi wisata.
(Baca Juga: Tinjau Danau Toba, Menteri Sandiaga Ajak Pemangku Kebijakan Berkolaborasi Bangkitkan Pariwisata)
"Saat ini ada fenomena baru yakni work from destination, yang merupakan perpanjangan dari work from home. Dalam perbincangan dengan Asian Development Bank mereka menyebutkan kalau sekitar 80% staf mereka yang ekspatriat kini bekerja di Bali," kata Angela beberapa waktu lalu.
Dia menjelaskan para pelaku usaha wisata wajib menerapkan protokol kesehatan sebagai salah satu unsur pelayanan yang berkualitas. Protokol kesehatan wajib diterapkan oleh seluruh lapisan pelaku usaha wisata, bahkan di destinasi yang super premium.
(fai)
Lihat Juga :