Jumlah Bank di Indonesia Terlalu Banyak, Separuhnya Tergolong Kecil
Rabu, 06 Januari 2021 - 12:53 WIB
"Jadi wacana konsolidasi mengurangi jumlah bank dan menjadikan setiap individu bank menjadi besar itu adalah re-efisiensi industri bank. Saya sendiri welcome ya dengan kebijakan konsolidasi ini, jadi caranya dengan menaikan jumlah modal minimun," beber Doddy.
(Baca Juga: Kinerja Perbankan Diyakini Membaik, Tapi Ada Syaratnya... )
Untuk perbankan bersaing di kancah global menurut dia memang membutuhkan kebijakan konsolidasi tersebut. "Ini bagi sistem juga bagus, karena dengan mempunyai modal yang besar artinya mereka (perbankan) memiliki daya tahan yang kuat," ucap dia.
Menurut Doddy, bisnis bank itu merupakan highly regulated salah satu regulasinya adalah mempersyaratkan permodalan yang tebal.
"Misalkan bisnis lain, restaurant kalau mau tutup ya tutup saja. Supermarket tidak laku ya tutup. Kalau bank tidak bisa begitu. Namanya bisnis bisa untung atau rugi. Dan penutupan bank itu bukan hal yang gampang, makanya menutup bank itu harus hati hati," jelas dia.
(Baca Juga: Kinerja Perbankan Diyakini Membaik, Tapi Ada Syaratnya... )
Untuk perbankan bersaing di kancah global menurut dia memang membutuhkan kebijakan konsolidasi tersebut. "Ini bagi sistem juga bagus, karena dengan mempunyai modal yang besar artinya mereka (perbankan) memiliki daya tahan yang kuat," ucap dia.
Menurut Doddy, bisnis bank itu merupakan highly regulated salah satu regulasinya adalah mempersyaratkan permodalan yang tebal.
"Misalkan bisnis lain, restaurant kalau mau tutup ya tutup saja. Supermarket tidak laku ya tutup. Kalau bank tidak bisa begitu. Namanya bisnis bisa untung atau rugi. Dan penutupan bank itu bukan hal yang gampang, makanya menutup bank itu harus hati hati," jelas dia.
(akr)
Lihat Juga :