Program Mobil Listrik Pacu Hilirisasi Bijih Nikel
Kamis, 07 Januari 2021 - 18:47 WIB
Berbeda dengan kondisi dulu karena tidak ada yang berani menerima risiko fluktuasi harga ferro nickel di dunia lantaran risikonya sangat besar. Walaupun punya uang, pengusaha akan berpikir untuk membangun smelter karena risikonya yang sangat besar. "Selain itu infrastrukturnya juga belum ada. Listrik misalnya sangat penting untuk membangun Rotary Kiln. Bukan blast furnace yang merusak lingkungan," katanya.
Sementara VP for Industry and Regional Research Bank Mandiri Dendi Ramdani juga mengatakan pelarangan ekspor biji Nikel akan mendorong perkembangan industri baterai dan mungkin sampai industri mobil listrik. Bahkan juga beserta ekosistem industrinya. ( Baca juga:Kasus Grab Toko, Pengamat: Sudah Jelas Penipuan )
Namun di lain sisi dia melihat ada risiko sektor pertambangan nikel menjadi tertekan karena hanya bisa menjual ke buyers dalam negeri. "Oleh karenanya harga bijih nikel domestik seharusnya mengikuti pergerakan harga internasional," jelas Dendi.
Sementara VP for Industry and Regional Research Bank Mandiri Dendi Ramdani juga mengatakan pelarangan ekspor biji Nikel akan mendorong perkembangan industri baterai dan mungkin sampai industri mobil listrik. Bahkan juga beserta ekosistem industrinya. ( Baca juga:Kasus Grab Toko, Pengamat: Sudah Jelas Penipuan )
Namun di lain sisi dia melihat ada risiko sektor pertambangan nikel menjadi tertekan karena hanya bisa menjual ke buyers dalam negeri. "Oleh karenanya harga bijih nikel domestik seharusnya mengikuti pergerakan harga internasional," jelas Dendi.
(uka)
Lihat Juga :