Bank Harus Jadi Solusi, Bukan Masalah di Tengah Pandemi
Rabu, 13 Januari 2021 - 20:49 WIB
Sayangnya, pandemi semakin memperburuk perekonomian, sehingga bank akan menghadapi persoalan peningkatan kredit macet. Meski demikian, suku bunga rendah dan peraturan fleksibel akan menekan risiko ini. Foto/Dok
JAKARTA - Pandemi Covid-19 selama hampir satu tahun telah menyebabkan kondisi perekonomian dunia melemah dan memicu resesi ekonomi global. Berbeda dengan krisis Asia maupun krisis global yang pernah terjadi sebelumnya, dampak pandemi Covid-19 terasa di segala sektor, tak terkecuali sektor keuangan.
Oleh karena itu, lembaga perbankan berperan penting memastikan kondisi ekonomi dalam keadaan stabil selama pandemi Covid-19 masih berlangsung.
“Di Asia, sebagian besar bank dalam kondisi yang baik sejauh ini. Rasio kecukupan modal secara keseluruhan telah meningkat atau tetap datar di sebagian besar negara dalam dekade terakhir,” ujar General Manager di BIS Agustin Carstens di Jakarta, Rabu (13/1/2021).
Baca Juga: Pertumbuhan Kredit Perbankan 2021 Diprediksi Masih Loyo
Rasio kecukupan modal secara keseluruhan relatif meningkat atau stagnan di sebagian besar negara, kecuali India dan Filipina.
"Sementara itu, tier 1 capital buffers menunjukkan tren peningkatan berkat didorong oleh regulasi yang kuat dari Bank for International Settlements (BIS) dan otoritas keuangan nasional," katanya.
Oleh karena itu, lembaga perbankan berperan penting memastikan kondisi ekonomi dalam keadaan stabil selama pandemi Covid-19 masih berlangsung.
“Di Asia, sebagian besar bank dalam kondisi yang baik sejauh ini. Rasio kecukupan modal secara keseluruhan telah meningkat atau tetap datar di sebagian besar negara dalam dekade terakhir,” ujar General Manager di BIS Agustin Carstens di Jakarta, Rabu (13/1/2021).
Baca Juga: Pertumbuhan Kredit Perbankan 2021 Diprediksi Masih Loyo
Rasio kecukupan modal secara keseluruhan relatif meningkat atau stagnan di sebagian besar negara, kecuali India dan Filipina.
"Sementara itu, tier 1 capital buffers menunjukkan tren peningkatan berkat didorong oleh regulasi yang kuat dari Bank for International Settlements (BIS) dan otoritas keuangan nasional," katanya.
Lihat Juga :