Riset MNC Sekuritas: Quantitative Easing & Pengaruhnya pada Pasar Modal
Rabu, 20 Januari 2021 - 07:46 WIB
Ilustrasi. FOTO/MNC Media
JAKARTA - Kita mungkin sering mendengar istilah Quantitative Easing . Meskipun terdengar rumit, istilah ini perlu dipahami oleh investor karena sedikit banyak mempengaruhi sentimen di pasar saham.
Senior Analyst MNC Sekuritas Victoria Venny menjelaskan Quantitative Easing (QE) merupakan pelonggaran likuiditas dalam bentuk kebijakan moneter. Pada kebijakan ini, bank sentral membeli surat berharga jangka panjang untuk meningkatkan jumlah uang beredar dan mendorong pinjaman serta investasi. "Tujuan dari kebijakan ini adalah untuk menciptakan inflasi dan mencegah risiko deflasi," paparnya di Jakarta, Rabu (20/1/2021).
Baca Juga: Cek Website MNC Bank, Ada Nama 30 Pemenang Tabungan Dahsyat!
Di Jepang, Quantitative Easing pertama kali diterapkan oleh Bank of Japan (BoJ) pada tahun 2001-2006. Pada saat itu, perekonomian Jepang hanya tumbuh 0,1% pada kuartal IV 2001. BoJ membeli surat-surat berharga negara agar perbankan dapat menyalurkan kredit ke masyarakat. Butuh waktu 5 tahun untuk ekonomi Jepang dapat kembali normal.
Senior Analyst MNC Sekuritas Victoria Venny menjelaskan Quantitative Easing (QE) merupakan pelonggaran likuiditas dalam bentuk kebijakan moneter. Pada kebijakan ini, bank sentral membeli surat berharga jangka panjang untuk meningkatkan jumlah uang beredar dan mendorong pinjaman serta investasi. "Tujuan dari kebijakan ini adalah untuk menciptakan inflasi dan mencegah risiko deflasi," paparnya di Jakarta, Rabu (20/1/2021).
Baca Juga: Cek Website MNC Bank, Ada Nama 30 Pemenang Tabungan Dahsyat!
Di Jepang, Quantitative Easing pertama kali diterapkan oleh Bank of Japan (BoJ) pada tahun 2001-2006. Pada saat itu, perekonomian Jepang hanya tumbuh 0,1% pada kuartal IV 2001. BoJ membeli surat-surat berharga negara agar perbankan dapat menyalurkan kredit ke masyarakat. Butuh waktu 5 tahun untuk ekonomi Jepang dapat kembali normal.
Lihat Juga :