Riset MNC Sekuritas: Quantitative Easing & Pengaruhnya pada Pasar Modal

Rabu, 20 Januari 2021 - 07:46 WIB
Di belahan benua lain yaitu Amerika Serikat, terjadi krisis keuangan global pada tahun 2008. Kebijakan Quantitative Easing kemudian diadopsi oleh Bank Sentral Amerika The Fed, dengan membeli surat utang dari lembaga pembiayaan kredit properti. Namun, Amerika Serikat membutuhkan 9 tahun untuk dapat mengembalikan keadaan ekonominya seperti semula.

Lantas, bagaimana penerapan Quantitative Easing di Indonesia? Contoh penerapan kebijakan ini di Tanah Air ialah saat ekonomi Indonesia terdampak pandemi COVID-19 tahun lalu. Salah satu jenis kebijakan Quantitative Easing yang dilakukan oleh Bank Indonesia adalah pembelian Surat Berharga Negara (SBN) yang dilepas asing di pasar sekunder. Lebih lanjut menurut Venny, QE menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan peredaran uang tanpa harus menurunkan suku bunga lebih rendah.

Baca Juga: Apresiasi Kinerja Mitra, MNC Finance Beri Hadiah Mobil di Elite Agent Awarding Day

“Di Indonesia, QE juga mendorong likuiditas perbankan dan memang terbukti bahwa Bank Indonesia tidak perlu menurunkan suku bunga terlalu dalam tahun lalu, sementara perekonomian juga ditopang oleh QE yang hampir IDR700 triliun karena tanpa QE pertumbuhan bisa di bawah estimasi. Pasar biasanya merespon positif akan kebijakan QE,” jelas Venny.

MNC Sekuritas sebagai bagian dari unit usaha PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) yang berada di bawah naungan MNC Group, aktif memberikan ulasan dan perkembangan terbaru mengenai pasar modal. Saksikan program Morning Meeting oleh tim riset MNC Sekuritas setiap hari Senin sampai Jumat pada pukul 08.15 – 08.45 WIB melalui YouTube Live di channel MNC Sekuritas. Subscribe sekarang!
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!