Stay @ Home Lifestyle
Sabtu, 06 Februari 2021 - 07:57 WIB
Managing Partner Inventure Yuswohady. Foto/Istimewa
JAKARTA - Ketika mobilitas orang mulai dibatasi dan kita harus tinggal di rumah, maka terbentuklah gaya hidup baru dimana konsumen melakukan aktivitas working-living-playing di rumah. Pandemi mendorong kita memasuki era "the fall of mobility and the rise of stay @ home lifestyle".
Di era pandemi rumah menjadi "center of our life". Apapun aktivitas kita kini dilakukan di rumah: Working @ home, Schooling @ home, Shopping @ home, Entertainment @ home, Medication @ home, Praying @ home ...Everything @ home
Baca Juga : Penting! Ini 5 Tren Digital Marketing untuk UMKM di 2021 Menurut Zilingo
Ungkapan "home sweet home" di era pandemi menemukan rohnya kembali, ketika kini seluruh anggota keluarga "disatukan kembali" di dalam rumah. Sebelum pendemi orangtua-orangtua sibuk kerja, larut malam baru kembali ke rumah. Sementara anak-anak sepanjang hari disibukkan dengan sekolah dan kursus ini-itu. Setelah pandemi, fungsi rumah berubah secara fundamental menjadi sesungguh-sungguhnya rumah.
Di era pandemi rumah menjadi "center of our life". Apapun aktivitas kita kini dilakukan di rumah: Working @ home, Schooling @ home, Shopping @ home, Entertainment @ home, Medication @ home, Praying @ home ...Everything @ home
Baca Juga : Penting! Ini 5 Tren Digital Marketing untuk UMKM di 2021 Menurut Zilingo
Ungkapan "home sweet home" di era pandemi menemukan rohnya kembali, ketika kini seluruh anggota keluarga "disatukan kembali" di dalam rumah. Sebelum pendemi orangtua-orangtua sibuk kerja, larut malam baru kembali ke rumah. Sementara anak-anak sepanjang hari disibukkan dengan sekolah dan kursus ini-itu. Setelah pandemi, fungsi rumah berubah secara fundamental menjadi sesungguh-sungguhnya rumah.
Lihat Juga :