Bukan Dadakan, Program Kartu PraKerja Dinilai Sudah Transparan
Minggu, 17 Mei 2020 - 10:20 WIB
Program Kartu Prakerja diklaim sudah dilakukan sesuai prosedur, menaati aturan hukum, dan menerapkan prinsip transparansi. Foto/Ilustrasi
JAKARTA - DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily menilai pemerintah sudah memastikan bawah penunjukan sejumlah provider terkait pelatihan dalam Program Kartu Prakerja sudah dilakukan sesuai prosedur, menaati aturan hukum, dan menerapkan prinsip transparansi.
Dengan begitu, kata dia, tidak ada peluang terjadinya penyimpangan atau dugaan ada satu provider mendapat keuntungan lebih. Ruang Guru misalnya, terpilih sebagai mitra karena reputasinya sebagai platform pendidikan elektronik yang terbesar di Asia Tenggara, sudah diverifikasi dan memenuhi sejumlah syarat, dan memiliki performa digital yang baik. Kemudian, Tokopedia terpilih karena dikenal sebagai salah satu perusahaan e-commerce terbesar. Lalu, OVO ikut terpilih juga karena merupakan salah satu platform pembayaran digital yang paling banyak digunakan selain GoPay.
Ace kepada wartawan menegaskan bahwa Kartu Prakerja bukan program yang muncul secara tiba-tiba. Kartu Prakerja itu merupakan salah satu program yang ditawarkan Presiden Jokowi pada saat kampanye Pilpres (Pemilu Presiden dan Wakil Presiden) 2019. Karena itu, dia heran dengan sorotan sejumlah pihak yang mempermasalahkan keberadaan Kartu Prakerja.
Program ini, sambung dia, sudah mengacu pada Perppu No 1 Tahun 2020 tentang anggaran penanggulangan Covid-19, ada kebijakan yang perlu diambil secara cepat dan tepat dalam situasi krisis pandemi Covid-19. Ace menegaskan, dengan memperhatikan prinsip akuntabilitas dan transparansi, pemerintah sudah sangat detail mengambil kebijakan ini dan sesuai prosedur. Sampai saat ini, sudah ada 8,4 juta masyarakat yang mendaftar secara daring untuk Kartu Prakerja.
"Ini tandanya bahwa keberadaan Kartu Prakerja ini sangat dibutuhkan masyarakat di saat pendemi Covid-19," tegas Ace di Jakarta, Minggu (17/5/2020).
(Baca Juga: Komisi III DPR Minta Polri Segera Tindak Situs Bodong Prakerja)
Dengan begitu, kata dia, tidak ada peluang terjadinya penyimpangan atau dugaan ada satu provider mendapat keuntungan lebih. Ruang Guru misalnya, terpilih sebagai mitra karena reputasinya sebagai platform pendidikan elektronik yang terbesar di Asia Tenggara, sudah diverifikasi dan memenuhi sejumlah syarat, dan memiliki performa digital yang baik. Kemudian, Tokopedia terpilih karena dikenal sebagai salah satu perusahaan e-commerce terbesar. Lalu, OVO ikut terpilih juga karena merupakan salah satu platform pembayaran digital yang paling banyak digunakan selain GoPay.
Ace kepada wartawan menegaskan bahwa Kartu Prakerja bukan program yang muncul secara tiba-tiba. Kartu Prakerja itu merupakan salah satu program yang ditawarkan Presiden Jokowi pada saat kampanye Pilpres (Pemilu Presiden dan Wakil Presiden) 2019. Karena itu, dia heran dengan sorotan sejumlah pihak yang mempermasalahkan keberadaan Kartu Prakerja.
Program ini, sambung dia, sudah mengacu pada Perppu No 1 Tahun 2020 tentang anggaran penanggulangan Covid-19, ada kebijakan yang perlu diambil secara cepat dan tepat dalam situasi krisis pandemi Covid-19. Ace menegaskan, dengan memperhatikan prinsip akuntabilitas dan transparansi, pemerintah sudah sangat detail mengambil kebijakan ini dan sesuai prosedur. Sampai saat ini, sudah ada 8,4 juta masyarakat yang mendaftar secara daring untuk Kartu Prakerja.
"Ini tandanya bahwa keberadaan Kartu Prakerja ini sangat dibutuhkan masyarakat di saat pendemi Covid-19," tegas Ace di Jakarta, Minggu (17/5/2020).
(Baca Juga: Komisi III DPR Minta Polri Segera Tindak Situs Bodong Prakerja)
Lihat Juga :