Duh! Ribuan Restoran Bangkrut, Tutup Forever

Rabu, 10 Februari 2021 - 13:40 WIB
“Karena turis asing tidak ada yang datang ke Indonesia, sejak Januari lalu sudah ditutup untuk WNA yang masuk. Sementara harapannya tentu berasal turis domestik. Tapi turis domestik ini kan tidak mudah juga karena yang bisa menjadi turis itu orang yang punya uang, sementara kelompok-kelompok ini kan sangat memahami risiko dari penyakit itu,” ujarnya.

Baca Juga: Juragan Kos-kosan di Jogja Bangkrut, PHRI: Mereka Butuh Duit Cash

Iwan menjelaskan, adanya PSBB dan PPKM ini merupakan salah satu mekanisme untuk mengendalikan penularan virus. Saat kondisi ini berlaku, memang ada pengurangi profit tetapi diimbangi dengan membuka lebih panjang jam kerja. Ini merupakan suatu keseimbangan yang diharapkan bisa memperbaiki keadaan.

“Memang terjadi pengurangan profit, tetapi kan diimbangi dengan membuka lebih panjang jam kerja menjadi jam 09.00 malam kemudian kapasitas yang 25% ditingkatkan menjadi 50% ini kan merupakan suatu balancing yang tentu diharapkan memperbaiki keadaan,” tandasnya
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!