Menaker Dorong Sistem Ketenagakerjaan yang Inklusif
Kamis, 25 Februari 2021 - 07:50 WIB
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Saat ini Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI terus berupaya mendorong dunia usaha untuk semakin tanggap dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan inklusif.
"Pertama, Kemnaker terus melakukan sinergi dengan perusahaan swasta, BUMN dan BUMD serta pemangku kebijakan lainnya, untuk membuka lapangan kerja yang inklusif seluas-luasnya," ujar Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah secara virtual di Jakarta, Rabu(24/2/2021). ( Baca juga:Menaker Ida Minta Perusahaan Rekrut Lebih Banyak Kaum Difabel )
Dia mencontohkan, salah satunya pada tanggal 22 Juli 2020 lalu, Kemnaker dan Kementerian BUMN telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman tentang pelatihan kerja dan penempatan tenaga kerja penyandang disabilitas pada BUMN.
"Kemnaker juga terlibat secara langsung dalam penyusunan modul yang diperuntukan dalam penyelenggaraan pelatihan sensitivitas disabilitas baik di sektor pemerintah, perusahaan swasta, BUMN dan BUMD. Modul ini merupakan standar pemberian edukasi sensitivitas disabilitas yang dilaksanakan di berbagai sektor," tambah Ida.
"Pertama, Kemnaker terus melakukan sinergi dengan perusahaan swasta, BUMN dan BUMD serta pemangku kebijakan lainnya, untuk membuka lapangan kerja yang inklusif seluas-luasnya," ujar Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah secara virtual di Jakarta, Rabu(24/2/2021). ( Baca juga:Menaker Ida Minta Perusahaan Rekrut Lebih Banyak Kaum Difabel )
Dia mencontohkan, salah satunya pada tanggal 22 Juli 2020 lalu, Kemnaker dan Kementerian BUMN telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman tentang pelatihan kerja dan penempatan tenaga kerja penyandang disabilitas pada BUMN.
"Kemnaker juga terlibat secara langsung dalam penyusunan modul yang diperuntukan dalam penyelenggaraan pelatihan sensitivitas disabilitas baik di sektor pemerintah, perusahaan swasta, BUMN dan BUMD. Modul ini merupakan standar pemberian edukasi sensitivitas disabilitas yang dilaksanakan di berbagai sektor," tambah Ida.
Lihat Juga :