Maksimalkan Layanan Digital

Selasa, 16 Maret 2021 - 06:04 WIB
"Penurunan jumlah Unit Kerja BRI tersebut salah satunya dikarenakan tren peningkatan transaksi digital cukup signifikan. Salah satunya adalah meningkat pesatnya penggunaan BRIMo (mobile banking BRI) yang meningat lebih dari 660% sepanjang 2020 atau mencapai lebih dari 765 juta transaksi," kata Aestika kepada KORAN SINDO, di Jakarta, Sabtu (13/3) lalu.

Baca juga: Komisaris BRI Dikukuhkan sebagai Guru Besar UI, Tegaskan Pentingnya Kolaborasi untuk Majukan UMKM

Namun demikian, tutur Aestika, Kantor Cabang BRI tetap masih diperlukan. Pasalnya, kata dia, masih banyak aktivitas perbankan lain yang dilakukan di kantor/outlet BRI. Hal ini menjadi bagian strategi pelayanan service excellence BRI, sehingga perpaduan keduanya yakni jaringan fisik dan digital tetap dibutuhkan dalam memenuhi karakter nasabah Indonesia.

"Di samping itu, layanan perbankan BRI di pelosok negeri tetap terus meningkat dengan meluasnya jaringan BRILink BRI hingga mencapai lebih dari 504.233 Agen BRILink di akhir 2020 atau meningkat 82.073 yoy," ujarnya.

Dia menggariskan, transformasi digital yang dilakukan BRI saat ini diarahkan kepada beberapa hal. Antara lain digitalisasi proses untuk memperoleh kecepatan proses, kemudahan, dan akurasi (ketepatan) menuju efisiensi. Selanjutnya ungkap dia, BRI menciptakan value baru dengan new business model.

"Serta menciptakan pola-pola distribution channel maupun ekosistem baru seperti membangun jaringan melalui prinsip-prinsip keagenan, dalam hal ini Agen BRILink," ucap Aestika.

Presiden Direktur PT Bank MNC Internasional Tbk Mahdan menyatakan, dalam rangka penataan jaringan kantor, MNC Bank telah menggabungkan beberapa kantor yang berdekatan lokasinya. MNC Bank juga melakukan relokasi beberapa kantor ke wilayah yang lebih strategis. Tujuannya, untuk memaksimalkan produktivitas dan efisiensi seiring kemajuan teknologi.

“Nasabah saat ini lebih mudah dan leluasa dalam memenuhi kebutuhan transaksi perbankan melalui aplikasi Motion, jaringan ATM dan Debit GPN di wilayah Indonesia dan Mastercard di luar negeri, hingga berbagai fasilitas lainnya.

Baca juga: Kinerja BABP Kian Mentereng! Disokong Tabungan Dahsyat, Rasio Dana Murah MNC Bank Jadi 23,37%

Karena penataan jaringan kantor MNC Bank bersifat penggabungan ataupun relokasi, nasabah tidak mengalami gangguan ataupun kendala," ujar Mahdan kepada KORAN SINDO di Jakarta kemarin.

Dia menegaskan, MNC Bank telah menerapkan sistem digitalisasi. Berbagai fitur mobile banking sudah dapat dinikmati nasabah tabungan dan kartu kredit pada aplikasi Motion. Ke depannya, Mahdan menggaransi nasabah dapat membuka rekening tabungan, deposito, kartu kredit, hingga kredit ritel tanpa perlu lagi datang ke cabang MNC Bank.

"Modul layanan digital untuk meningkatkan kemampuan motion dari mobile banking menuju aplikasi layanan digital dalam waktu dekat akan siap untuk diajukan proses perizinannya ke OJK," bebernya.

Mahdan memastikan, dengan layanan digital melalui aplikasi Motion yang diterapkan MNC Bank, maka nasabah tidak lagi perlu datang ke cabang. Meski demikian, MNC Bank akan terus hadir di 16 kota besar di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Bali. Kehadiran tersebut, kata dia, untuk mewujudkan komitmen MNC Bank dalam memberikan pelayanan prima kepada nasabah.

"Ini sebagai wujud komitmen kami untuk memberikan pelayanan terbaik dan jasa layanan tambahan (value added services)," ucap Mahdan.

Secara umum, berdasarkan data yang dihimpun KORAN SINDO, merujuk data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Oktober 2020, jumlah kantor bank umum di Indonesia ada sebanyak 30.691 kantor. Jumlah itu menurun dibandingkan periode akhir 2019 yang mencapai 31.127 atau berkurang sebanyak 436 kantor.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!