Kalau Diduitin, Penerapan Efisiensi Energi Sentuh Angka Rp15,4 Triliun
Kamis, 18 Maret 2021 - 17:10 WIB
foto/ilustrasi/dok
JAKARTA - Sektor energi diharapkan dapat menurunkan emisi Co2 sebesar 314-390 juta ton di tahun 2030. Pada tahun 2020, capaian sektor energi telah berkontribusi terhadap penurunan emisi sebesar 64 juta ton. Energi baru terbarukan (EBT) berkontribusi 53%, efisiensi energi 20%, bahan bakar fosil rendah karbon 13%, pemanfaatan teknologi pembangkit energi bersih 9%, dan reklamasi lahan pasca-tambang 4%.
"Penerapan efisiensi energi 20% ini setara dengan penghematan energi dalam bentuk listrik sebesar 13,8 terawatt-hour (TWh) dan ini ekuivalen dengan biaya Rp15,4 triliun dengan kontribusi terhadap penurunan gas rumah kaca sebesar 12,9 juta ton," kata Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana pada launching kegiatan Penghargaan Subroto Bidang Efisiensi Energi 2021, Kamis (18/3/2021). ( Baca juga:Wih Top! 88.700 Pengangguran di Australia Kembali Kerja )
Dadan melanjutkan, Pemerintah Indonesia terus berupaya untuk mengelola pemanfaatan energi baik di sisi suplai dan juga demand dalam proses transisi energi menuju pemanfaatan energi bersih.
Pada sisi suplai telah ditetapkan target sebesar 23% di 2025 untuk energi baru terbarukan (EBT). Kemudian pada sisi demand telah ditetapkan juga target penurunan intensitas energi final sebesar 17% terhadap posisi di tahun 2025.
"Penerapan efisiensi energi 20% ini setara dengan penghematan energi dalam bentuk listrik sebesar 13,8 terawatt-hour (TWh) dan ini ekuivalen dengan biaya Rp15,4 triliun dengan kontribusi terhadap penurunan gas rumah kaca sebesar 12,9 juta ton," kata Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana pada launching kegiatan Penghargaan Subroto Bidang Efisiensi Energi 2021, Kamis (18/3/2021). ( Baca juga:Wih Top! 88.700 Pengangguran di Australia Kembali Kerja )
Dadan melanjutkan, Pemerintah Indonesia terus berupaya untuk mengelola pemanfaatan energi baik di sisi suplai dan juga demand dalam proses transisi energi menuju pemanfaatan energi bersih.
Pada sisi suplai telah ditetapkan target sebesar 23% di 2025 untuk energi baru terbarukan (EBT). Kemudian pada sisi demand telah ditetapkan juga target penurunan intensitas energi final sebesar 17% terhadap posisi di tahun 2025.
Lihat Juga :