Begini Konsep Perdagangan Karbon untuk Turunkan Emisi Gas Rumah Kaca
Kamis, 18 Maret 2021 - 18:33 WIB
Cap adalah batas emisi GRK yang ditetapkan oleh pemerintah atau administrator program. Trade adalah perdagangan selisih tingkat emisi GRK gas rumah kaca terhadap cap, dan offset berupa penggunaan kredit karbon dari kegiatan aksi mitigasi di luar lingkup Emission Trading Sistem (ETS) untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. "Nilai batas GRK akan ditetapkan pemerintah berdasarkan pada intensitas emisi karbon pada rata-rata tertimbang pada tahun 2019," jelasnya.
Dia menjelaskan, untuk unit PLTU yang berada di atas nilai cap disebut mengalami defisit emisi sehingga harus membeli emisi yang bertindak sebagai buyer. Sedangkan untuk unit PLTU yang berada di bawah nilai cap atau mempunyai surplus maka dapat menjual emisi kepada unit yang mengalami defisit emisi.
Baca juga: Diambang Kehancuran, Bumi Akan Bertambah Panas Akibat Emisi Karbon
Adapun 80 unit PLTU batu bara yang telah menyampaikan laporan emisi karbon melalui Apple Gatrik dengan rincian 19 unit PLTU yang berkapasitas lebih besar dari 400 megawatt (MW), 51 unit PLTU dengan kapasitas antara 100-400 MW, dan 10 unit PLTU mulut tambang dengan kapasitas antara 100-400 MW
"Ke-80 pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara ini terdiri atas 54 PLTU milik Grup PLN dan 26 PLTU milik perusahaan swasta untuk ikut terlibat dalam program tersebut," tuturnya.
Dia menjelaskan, untuk unit PLTU yang berada di atas nilai cap disebut mengalami defisit emisi sehingga harus membeli emisi yang bertindak sebagai buyer. Sedangkan untuk unit PLTU yang berada di bawah nilai cap atau mempunyai surplus maka dapat menjual emisi kepada unit yang mengalami defisit emisi.
Baca juga: Diambang Kehancuran, Bumi Akan Bertambah Panas Akibat Emisi Karbon
Adapun 80 unit PLTU batu bara yang telah menyampaikan laporan emisi karbon melalui Apple Gatrik dengan rincian 19 unit PLTU yang berkapasitas lebih besar dari 400 megawatt (MW), 51 unit PLTU dengan kapasitas antara 100-400 MW, dan 10 unit PLTU mulut tambang dengan kapasitas antara 100-400 MW
"Ke-80 pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara ini terdiri atas 54 PLTU milik Grup PLN dan 26 PLTU milik perusahaan swasta untuk ikut terlibat dalam program tersebut," tuturnya.
(ind)
Lihat Juga :