Demi Energi Terbarukan, Emiten Ini Investasi Setengah Triliun Lebih
Kamis, 25 Maret 2021 - 23:48 WIB
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) menyiapkan investasi hingga USD47 juta atau setara Rp658 miliar (kurs Rp14.000) demi target membangun enam pabrik Bio-CNG baru. Rencana pembangunan diselesaikan hingga dua tahun ke depan. Pabrik ini akan mengolah limbah pabrik kelapa sawit (PKS) menjadi energi terbarukan.
Tahap pertama sudah dimulai dengan ground breaking pabrik Bio-CNG kedua di Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur. Sementara pabrik Bio-CNG pertama telah commissioning sejak September 2020 lalu. ( Baca juga:Sopirnya Asyik Mengemudi Sambil Pacaran, Truk Pengangkut Sawit Terbalik di Jalinsum )
Pabrik Bio-CNG kedua ini akan dibangun dengan memanfaatkan limbah cair kelapa sawit (POME) dari dua Pabrik Kelapa Sawit (PKS) berkapasitas 2 x 60 ton per jam. Target perseroan pabrik ini akan beroperasi pada kuartal dua tahun 2022. Pabrik Bio-CNG tersebut akan menghasilkan energi listrik sebesar 2 x 850 kilowatt dan gas biometana berkapasitas 540 m3 per jam. Selain itu, dampaknya juga akan mengurangi emisi efek rumah kaca setara dengan 100.000 metrik ton CO2 per tahun.
Direktur Utama DSNG Andrianto Oetomo mengatakan pembangunan pabrik Bio-CNG baru tersebut bukti keseriusan pihaknya menerapkan konsep circular economy dengan mengurangi limbah hasil produksi industri kelapa sawit. Ini sekaligus menekan emisi gas rumah kaca dan menghemat penggunaan bahan bakar fosil secara signifikan.
Tahap pertama sudah dimulai dengan ground breaking pabrik Bio-CNG kedua di Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur. Sementara pabrik Bio-CNG pertama telah commissioning sejak September 2020 lalu. ( Baca juga:Sopirnya Asyik Mengemudi Sambil Pacaran, Truk Pengangkut Sawit Terbalik di Jalinsum )
Pabrik Bio-CNG kedua ini akan dibangun dengan memanfaatkan limbah cair kelapa sawit (POME) dari dua Pabrik Kelapa Sawit (PKS) berkapasitas 2 x 60 ton per jam. Target perseroan pabrik ini akan beroperasi pada kuartal dua tahun 2022. Pabrik Bio-CNG tersebut akan menghasilkan energi listrik sebesar 2 x 850 kilowatt dan gas biometana berkapasitas 540 m3 per jam. Selain itu, dampaknya juga akan mengurangi emisi efek rumah kaca setara dengan 100.000 metrik ton CO2 per tahun.
Direktur Utama DSNG Andrianto Oetomo mengatakan pembangunan pabrik Bio-CNG baru tersebut bukti keseriusan pihaknya menerapkan konsep circular economy dengan mengurangi limbah hasil produksi industri kelapa sawit. Ini sekaligus menekan emisi gas rumah kaca dan menghemat penggunaan bahan bakar fosil secara signifikan.
Lihat Juga :