Indef: Pelonggaran PSBB Tanpa Pertimbangan Cermat Bisa Berujung Herd Immunity

Rabu, 20 Mei 2020 - 08:14 WIB
Dia menalnjutkan, Presiden harus berhati-hati dan bertanggung jawab terhadap pelonggaran dan wacana pelonggaran yang sudah salah kaprah dan ditanggapi terserah saja oleh publik dan masyarfakat luas ini. Hal ini sebagai pertanda tidak percaya dan pasrah terhadap keadaan.

Didik mengugatkan, sejarah pandemi influenza di Indonesia satu abad yang lalu sudah pernah terjadi dan memakan korban yang sangat besar sampai kisaran 20% dari penduduk meninggal dunia. Dia merujuk pada catatan disertasi Prof Dr Widjojo Nitisastro tentang pandemi influenza, dimana korban meninggal banyak sekali, berkisar dari 1,1% hingga 23,71% dari populasi di berbagai daerah di Jawa.

"Catatan ini perlu mendapat perhatian bahwa kita pernah mengalami pandemi yang berat karena di masa lalu sarana kesehatan kurang," tandasnya. Didik mengingatkan, jika presiden dan jajaran pemerintahannya tidak berhati-hati, maka kejadian pandemi ini bukan tidak mungkin memakan korban lebih banyak lagi dari yang sekarang sudah berkembang lebih berat dengan

kurva yang terus meningkat.

Dia menilai kebijakan PSBB sudah sejak awal sangat setengah hati dan hasilnya sangat jauh dari sukses. Data yang bersumber dari endcoronavirus.org menunjukkan, hasil PSBB dan kebijakan pandemi Covid-19 di Indonesia paling tidak sukses atau bahkan buruk dibandingkan dengan tingkat kesusesan negara-negara tetangga di ASEAN.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!