Stok Sapi Melimpah tapi Daging Masih Impor, Ini Masalahnya

Selasa, 30 Maret 2021 - 04:12 WIB
Namun demikian, Asisten Deputi Pengembangan Agribisnis Peternakan dan Perikanan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Pujo Setio menjelaskan, bahwa peternakan sapi yang ada di Indonesia masih bersifat konvensional. Artinya, sapi akan dipotong atau dijual jika peternak membutuhkan uang.

"Kita tahu persis bahwa basis peternakan rakyat ini tradisional. Jadi dia lebih banyak menyimpan sapi-sapinya pada saatnya dia dijual untuk sesuai kebutuhan," jelasnya.

Baca Juga: Waduh! Stok Daging Defisit Jelang Lebaran, Kemendag Bilang Bakal Impor

Menurut Pujo, untuk menyelesaikan masalah ini para peternak rakyat harus diarahkan bergabung dengan kemitraan. Dalam hal ini, peternak sapi diajak untuk komersialisasi. "Jadi ke arah komersialisasi, tapi tetap mempertahankan budayanya. Inilah yang kita sebut pola kemitraan," terangnya.

Jika itu bisa terwujud, maka populasi ekor sapi bisa tercatat. Sehingga sapi-sapi peternak dapat dihitung ke dalam stok daging sapi nasional. "Sehingga ada stok siap potong yang kita ketahui setiap tahunnya dari data-data populasi ternak tersebut. Ini solusi jangka panjang," tutupnya
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!