Dituding Pro-Radikalisme, Sosok Kuntjoro Pinardi: Pendukung Jokowi dan Turut Membangun Papua

Selasa, 27 April 2021 - 10:52 WIB
"Kalau mau hidup stabil, gaji seorang guru besar madya di Swedia sudah cukup besar, namun jauh dari negeri Indonesia, yang pernah mengirimnya untuk sekolah sarjana tehnik di Delft, Belanda. Namun jika ingin berbakti lebih dekat ke negeri, harus berani memulai dari awal," tulis Yusuf Ibrahim, pakar resolusi konflik dikutip, Selasa (27/42021).

Dan usaha awal untuk berkontribusi bagi kesejahteraan desa kecil di Papua-lah yang memicu usahanya untuk langsung membangun negeri.

Setelah hampir 20 tahun di Eropa, Kuntjoro kembali ke Indonesia pada 2004, dan memulai kehidupan sebagai dosen dan professional di bidang telekomunikasi dan IT. Proyek yang dikerjakan merupakan kerja sama antara MNC dan BUMN teknologi.

Berbagai proyek teknologi tersebut berhasil diselesaikan dengan baik. Walau begitu perubahan teknologi juga cepat, terjadi disrupsi yang besar di dunia telekomunikasi, sehingga dia harus beradaptasi, berpindah jalur menjadi pengusaha kecil dan dosen di berbagai universitas.

Kegiatan sosial politik juga menarik sang dosen untuk menerima tawaran untuk maju menjadi calon legislatif dari sebuah partai politik di tahun 2014. Sebagai orang baru yang ditaruh namanya dekat nomor buncit pada pemilihan legislatif, hasilnya juga jelas, tidak terpilih dan ia kembali melanjutkan kegiatan sebagai seorang dosen dan professional.

Kuntjoro memulai kegiatan dan aktivitas baru, menjadi profesional sebuah BUMN dan menjadi aktivis relawan Projo di tahun 2014. Bahkan, secara gamblang dia menuliskan opininya di suratkabar ihwal kekagumannya terhadap Presiden Jokowi untuk membawa Indonesia menjadi negara yang kuat secara teknologi dengan produk dalam negeri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!