Diminta Pensiun Dini, Begini Tanggapan Karyawan Garuda Indonesia

Jum'at, 28 Mei 2021 - 09:23 WIB
Tomy menilai program pensiun dini yang ditawarkan manajemen adalah keputusan yang sepihak. Dimana, serikat pekerja tidak diikutsertakan dalam perundingan sebelum kebijakan disampaikan manajemen.

Dialog antara karyawan dan manajemen pun berlangsung setelah Sekarga mengirimkan surat keberatan. Tawaran pensiun dini bagi karyawan menjadi salah satu skema Garuda untuk menekan kinerja keuangannya yang kian memburuk.

Sebagai informasi, emiten dengan kode GIAA itu terakhir kali menyampaikan laporan keuangan di kuartal III-2020. Sepanjang Januari-September tahun lalu, perseroan membukukan pendapatan usaha 1,14 miliar dolar AS atau setara Rp16 triliun turun 68 persen dibandingkan periode yang sama 2019 yang mencapai 3,54 miliar dolar AS.

Baca Juga: Anti Boros, Begini Tips Menghemat Gaji ke-13 Bagi PNS

Penurunan pendapatan terjadi pada penumpang dan kargo. Pendapatan dari penumpang turun 71 persen menjadi 736 juta dolar AS dan kargo turun 26 persen menjadi 180 juta dolar AS. Pendapatan Garuda dari penerbangan charter naik hampir 4 kali lipat menjadi 47 juta dolar AS. Sementara dari haji turun 100 persen alias 0 dari sebelumnya 294 juta dolar AS.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!