Isu Kenaikan PPN Ikut Seret Pelemahan Mata Uang Garuda
Rabu, 09 Juni 2021 - 16:38 WIB
“Jadi kalau ada kenaikan PPN maka ini akan mengakibatkan kenaikan berbagai rantai pasokan produksi maupun rantai pasokan distribusi, sehingga kenaikan 2% itu berlipat ganda, bertubi-tubi kenaikannya. Kemudian secara akumulasi kenaikannya bisa jadi lebih dari 2%,” ujarnya.
Baca juga:Sidang Korupsi Bansos Covid, Saksi Ungkap Arahan Kemensos Gunakan Goodie Bag Sritex
Ia menambahkan, pemerintah boleh merencanakan untuk penambahan PPN 2% di tahun depan. Namun semestinya pemerintah harus memikirkan lagi untuk menaikkan tarif PPN tersebut.
“Karena walaupun masyarakat sudah divaksinasi namun belum tentu Covid-19 akan berakhir bahkan timbul varian baru yang lebih ganas lagi sehingga belum ada jaminan bahwa pemerintah bisa mengembalikan kondisi perekonomian seperti sebelum terjadinya pandemi,” pungkasnya.
Sedangkan untuk perdagangan besok, Kamis (10/6/2021), mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup menguat tipis di rentang Rp14.230-Rp14.280.
Baca juga:Sidang Korupsi Bansos Covid, Saksi Ungkap Arahan Kemensos Gunakan Goodie Bag Sritex
Ia menambahkan, pemerintah boleh merencanakan untuk penambahan PPN 2% di tahun depan. Namun semestinya pemerintah harus memikirkan lagi untuk menaikkan tarif PPN tersebut.
“Karena walaupun masyarakat sudah divaksinasi namun belum tentu Covid-19 akan berakhir bahkan timbul varian baru yang lebih ganas lagi sehingga belum ada jaminan bahwa pemerintah bisa mengembalikan kondisi perekonomian seperti sebelum terjadinya pandemi,” pungkasnya.
Sedangkan untuk perdagangan besok, Kamis (10/6/2021), mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup menguat tipis di rentang Rp14.230-Rp14.280.
(uka)
Lihat Juga :