Kolaborasi Penguatan Kearifan Lokal Demi Tingkatkan Nilai Ekonomi Kreatif

Rabu, 27 Mei 2020 - 11:57 WIB
“Kedua, produk atau jasa ekonomi kreatif yang didaftarkan HKI dengan target akumulatif 12.800 produk/jasa selama 5 tahun. Terakhir, pelaku atau usaha kreatif yang difasilitasi komersialisasi HKI dengan target akumulatif 1025 orang/usaha selama 5 tahun,” imbuh dia.

Dukungan KI pada peningkatan budaya literasi, inovasi dan kreativitas, juga diharapkan dapat meningkatkan indeks budaya literasi dari 55.0 pada 2015 menjadi 71.0 pada 2024 nanti. Caranya yaitu melalui kegiatan antara lain peningkatan budaya literasi, pengembangan budaya iptek, inovasi, kreativitas, serta daya cipta dan penguatan institusi sosial penggerak literasi dan inovasi.

Salah satu aksi jangka pendek, kata Rameyo, yaitu inisiatif destinasi Toba sebagai showcase model penguatan ekosistem dan kelembagaan HKI. “Mengingat masih lemahnya literasi di masyarakat pelaku ekonomi kreatif terhadap manfaat HKI serta sistem tata kelolanya, ini selaras dengan program nasional tentang penguatan institusi sosial penggerak literasi dan inovasi,” ungkapnya.

Sementara, kegiatan jangka menengah periode 2021-2024 ditentukan target-target yang akan dicapai dengan mengacu pada RPJMN. Sebagai gambaran, Rameyo merujuk pada informasi Bappenas bahwa Indonesia memiliki sekitar 1.375 kelompok etnik dengan keragaman budaya, pengetahuan/kearifan tradisi.

Jumlah itu sangat banyak dibandingkan China yang memiliki sekitar 53 kelompok etnik. Apabila keanekaragaman ini digabungkan dengan sumber daya, seharusnya Indonesia mampu melahirkan berbagai HKI setara dengan Tiongkok.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!