Selama WFH Penggunaan Data Melonjak, Bagaimana dengan Nasib Operator Seluler?
Kamis, 28 Mei 2020 - 15:37 WIB
Untuk mendukung bisnisnya, hingga akhir Maret lalu perusahaan mengoperasikan total 133,186 BTS pada 31 Maret 2020 yang meningkat sebesar 51.680 BTS dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sampai dengan saat ini, Indosat Ooredoo mengoperasikan sebanyak total 52.174 BTS 4G.
Menurut Ahmad Al-Neama, saat ini semua pelaku bisnis, termasuk provider seluler, tengah menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. “Perusahaan pun telah mengambil langkah proaktif dan progresif untuk mendukung karyawan, pelanggan, dan komunitas kami di situasi menantang ini,”ujarnya.
Penggunan Data Selama Ramadan Idulfitri
Berbeda dengan Indosat yang masih merugi, kondisi berbeda diperlihatkan PT XL Axiata Tbk (EXCL). Di kuartal I-2020 provider ini bisa menghasilkan laba. tidak tangung-tangung lagi, laba yang diraup XL tumbuh sebanyak 2.577,16% (yoy). Yakni dari Rp 57,93 miliar pada kuartal I-2019 menjadi Rp 1,5 triliun pada kuartal I-2020.
Meroketnya laba XL salah satunya didukung oleh pendapatan yang tumbuh sebesar 9% secara tahunan , hingga menjadi sebesar Rp 6,5 triliun. begitu juag dengan tarfik penggunan data, yang melonjak 41% (yoy) dalam tiga bulan pertama tahun ini. Atau meningkat 7% jika dibandingkan kuartal sebelumnya.
Menurut Presiden Direktur & CEO XL Axiata Dian Siswarini, keberhasilan tersebut turut mendorong kenaikan pendapatan data sebesar 17% yoy. Dan bahkan, saat ini pendapatan data berkontribusi 91% terhadap total pendapatan layanan (service revenue).
Dari sisi jumlah pelanggan, ada sedikit penurunan di periode ini hingga pelanggan XL saat ini menjadi 55,5 juta. Menurut Dian Siswarini ini terjadi, karena persaingan yang semakin ketat. Meskipun begitu, perusahaan masih tetap mampu menjaga pendapatan ARPU di Rp 36.000.
Di sisi lain, beban usaha menurun 10% yoy karena beban biaya infrastruktur yang lebih rendah 23% yoy sebagai hasil dari adopsi IFRS 16. Biaya interkoneksi dan biaya lainnya juga lebih rendah 9% yoy karena menurunnya interkoneksi dari trafik layanan voice.
Menurut Ahmad Al-Neama, saat ini semua pelaku bisnis, termasuk provider seluler, tengah menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. “Perusahaan pun telah mengambil langkah proaktif dan progresif untuk mendukung karyawan, pelanggan, dan komunitas kami di situasi menantang ini,”ujarnya.
Penggunan Data Selama Ramadan Idulfitri
Berbeda dengan Indosat yang masih merugi, kondisi berbeda diperlihatkan PT XL Axiata Tbk (EXCL). Di kuartal I-2020 provider ini bisa menghasilkan laba. tidak tangung-tangung lagi, laba yang diraup XL tumbuh sebanyak 2.577,16% (yoy). Yakni dari Rp 57,93 miliar pada kuartal I-2019 menjadi Rp 1,5 triliun pada kuartal I-2020.
Meroketnya laba XL salah satunya didukung oleh pendapatan yang tumbuh sebesar 9% secara tahunan , hingga menjadi sebesar Rp 6,5 triliun. begitu juag dengan tarfik penggunan data, yang melonjak 41% (yoy) dalam tiga bulan pertama tahun ini. Atau meningkat 7% jika dibandingkan kuartal sebelumnya.
Menurut Presiden Direktur & CEO XL Axiata Dian Siswarini, keberhasilan tersebut turut mendorong kenaikan pendapatan data sebesar 17% yoy. Dan bahkan, saat ini pendapatan data berkontribusi 91% terhadap total pendapatan layanan (service revenue).
Dari sisi jumlah pelanggan, ada sedikit penurunan di periode ini hingga pelanggan XL saat ini menjadi 55,5 juta. Menurut Dian Siswarini ini terjadi, karena persaingan yang semakin ketat. Meskipun begitu, perusahaan masih tetap mampu menjaga pendapatan ARPU di Rp 36.000.
Di sisi lain, beban usaha menurun 10% yoy karena beban biaya infrastruktur yang lebih rendah 23% yoy sebagai hasil dari adopsi IFRS 16. Biaya interkoneksi dan biaya lainnya juga lebih rendah 9% yoy karena menurunnya interkoneksi dari trafik layanan voice.
Lihat Juga :