Selama WFH Penggunaan Data Melonjak, Bagaimana dengan Nasib Operator Seluler?
Kamis, 28 Mei 2020 - 15:37 WIB
Biaya pemasaran juga turun 1% yoy karena terjadinya pergeseran pengeluaran ke digital. Selain itu, kenaikan signifikan pada keuntungan dari penjualan dan sewa balik menara, dari Rp 105,72 miliar pada kuartal I-2019 menjadi Rp 1,62 triliun pada kuartal I-2020. Baca juga : Buyback Saham, XL Axiata Siapkan Dana Rp500 Miliar
Lalu bagaimana dengan penguasa pasar bisnis seluler di tanah air Telkomsel? Hingga saat ini PT Telkom yang menjadi induk perusahaan dari Telkomsel belum mengumumkan kinerjanya di kuartal I ini. Walau begitu selama selama Ramadan dan Idul Fitri tahun ini pemanfaatan layanan berbasis data tertinggi mencapai 26,7 petabyte, atau naik 22,8% jika dibandingkan hari normal di tahun 2020.
Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro mengatakan, momen Lebaran tahun ini memang berdeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pandemi covid19 telah mengubah cara masyarakat dalam merayakannya.
Sepanjang Ramadan dan Idul Fitri tahun ini, secara persentase, wilayah operasional Telkomsel di Sumatra Bagian Selatan, Sumatra Bagian Utara, dan Jawa Barat mengalami peningkatan penggunaan layanan data, dengan pertumbuhan tertinggi sekitar 35% dibandingkan hari normal.
Perusahaan yang sudah berusia 26 tahun ini juga mencatat kenaikan trafik layanan data di sejumlah wilayah yang biasanya ditinggal mudik Lebaran. Seperti wilayah operasional Jabodetabek. Pada Hari Raya Idul Fitri kali ini, trafik layanan data di Jabodetabek melonjak sekitar 60,9% dibandingkan periode yang sama di tahun lalu.
Seperti diketahui PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) baru saja merilis kinerjanya untuk tahun 2019. BUMN ini pun berhasil pendapatan Rp 135,57 trilliun sepanjang 2019. Jumlah ini naik 3,7% dibanding pendapatan tahun 2018 yang sebesar Rp 130,78 triliun.Naiknya pendapatan juga mendorong laba bersih Telkom naik 3,5% yoy menjadi Rp 18,66 triliun.
Diakui oleh Direktur Utama PT Telkom Ririek Adriansyah, sepanjang 2019 lalu kontribusi Telkomsel sangat besar. Pendapatan bisnis digital Telkomsel naik 23,1% yoy menjadi Rp 58,24 triliun. Kontribusi pendapatan dari digital business meningkat menjadi 64% dari total pendapatan Telkomsel, seiring dengan pengembangan berbagai Digital Services seperti Digital Lifestyle, Digital Advertising, Big Data, Digital Enterprise Solution dan Mobile Payment.
Telkomsel, masih mengukuhkan diri sebagai operator dengan basis pelanggan terbesar di Indonesia, yaitu 171,1 juta pelanggan, dengan pengguna mobile data tercatat sebanyak 110,3 juta pelanggan. Perusahaan ini mencatatkan trafik data tumbuh sebesar 53,6% menjadi 6.558 petabyte.
Lalu bagaimana dengan penguasa pasar bisnis seluler di tanah air Telkomsel? Hingga saat ini PT Telkom yang menjadi induk perusahaan dari Telkomsel belum mengumumkan kinerjanya di kuartal I ini. Walau begitu selama selama Ramadan dan Idul Fitri tahun ini pemanfaatan layanan berbasis data tertinggi mencapai 26,7 petabyte, atau naik 22,8% jika dibandingkan hari normal di tahun 2020.
Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro mengatakan, momen Lebaran tahun ini memang berdeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pandemi covid19 telah mengubah cara masyarakat dalam merayakannya.
Sepanjang Ramadan dan Idul Fitri tahun ini, secara persentase, wilayah operasional Telkomsel di Sumatra Bagian Selatan, Sumatra Bagian Utara, dan Jawa Barat mengalami peningkatan penggunaan layanan data, dengan pertumbuhan tertinggi sekitar 35% dibandingkan hari normal.
Perusahaan yang sudah berusia 26 tahun ini juga mencatat kenaikan trafik layanan data di sejumlah wilayah yang biasanya ditinggal mudik Lebaran. Seperti wilayah operasional Jabodetabek. Pada Hari Raya Idul Fitri kali ini, trafik layanan data di Jabodetabek melonjak sekitar 60,9% dibandingkan periode yang sama di tahun lalu.
Seperti diketahui PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) baru saja merilis kinerjanya untuk tahun 2019. BUMN ini pun berhasil pendapatan Rp 135,57 trilliun sepanjang 2019. Jumlah ini naik 3,7% dibanding pendapatan tahun 2018 yang sebesar Rp 130,78 triliun.Naiknya pendapatan juga mendorong laba bersih Telkom naik 3,5% yoy menjadi Rp 18,66 triliun.
Diakui oleh Direktur Utama PT Telkom Ririek Adriansyah, sepanjang 2019 lalu kontribusi Telkomsel sangat besar. Pendapatan bisnis digital Telkomsel naik 23,1% yoy menjadi Rp 58,24 triliun. Kontribusi pendapatan dari digital business meningkat menjadi 64% dari total pendapatan Telkomsel, seiring dengan pengembangan berbagai Digital Services seperti Digital Lifestyle, Digital Advertising, Big Data, Digital Enterprise Solution dan Mobile Payment.
Telkomsel, masih mengukuhkan diri sebagai operator dengan basis pelanggan terbesar di Indonesia, yaitu 171,1 juta pelanggan, dengan pengguna mobile data tercatat sebanyak 110,3 juta pelanggan. Perusahaan ini mencatatkan trafik data tumbuh sebesar 53,6% menjadi 6.558 petabyte.
(eko)
Lihat Juga :