Hingga Juni, Penjualan Domestik Indocement Tumbuh 8,8%
Selasa, 03 Agustus 2021 - 19:42 WIB
Sementara itu, laba periode berjalan meningkat tajam 24,8% menjadi Rp586,6 miliar pada semester I/2021 dibandingkan Rp470,0 miliar dari periode yang sama tahun lalu. Emiten berkode INTP ini juga membukukan posisi kas bersih dengan Kas dan Setara Kas sebesar Rp8,1 triliun pada tanggal 30 Juni 2021. Arus kas yang kuat dihasilkan dari kegiatan operasi dan upaya berkelanjutan yang dilakukan manajemen untuk meningkatkan modal kerja adalah kunci untuk mempertahankan neraca perseroan yang tangguh.
“Pembayaran dividen sebesar Rp500 per saham yang diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada Juli 2021 akan dibagikan di Agustus 2021 sehingga dengan dividen interim Rp225 per saham yang telah dibayarkan di Desember 2020, total dividen tahun 2020 adalah Rp725 per saham,” jelasnya.
Menurutnya, dengan posisi neraca yang kuat dan tanpa utang pada bank, Indocement siap melakukan investasi baik untuk program digitalisasi dan otomatisasi operasional perseroan mulai dari cara penjualan semen sampai operasional pabrik. Investasi juga dilakukan untuk mengkonversi pabrik agar dapat menggunakan bahan bakar alternatif dan memproduksi produk-produk yang lebih ramah lingkungan serta untuk ekspansi pada bidang logistik dan distribusi. Indocement juga siap untuk berpartisipasi untuk kemungkinan konsolidasi pada industri semen di masa depan.
Corporate Finance Manager Indocement Tunggal Prakarsa David Halim menambahkan semester pertama tahun ini telah memberikan signal yang positif terhadap pemulihan ekonomi namun sejak Juli dimana Indonesia kembali mengalami gelombang pandemi kedua yang diikuti oleh pembatasan mobilitas yang ketat dari pemerintah, Covid-19 merupakan faktor ketidakpastian yang berkelanjutan pada pemulihan ekonomi.
“Namun demikian Indocement tetap optimis terhadap konsumsi semen domestik pada tahun 2021 ini dengan perkiraan pertumbuhan 5%. Dari tahun-tahun sebelumnya, konsumsi semen di semester kedua telah bertumbuh lebih dari 30% dibandingkan semester pertama,” kata David.
Baca Juga : Saham Emiten Perhotelan dan Pariwisata Limbung Dihantam Pandemi
“Pembayaran dividen sebesar Rp500 per saham yang diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada Juli 2021 akan dibagikan di Agustus 2021 sehingga dengan dividen interim Rp225 per saham yang telah dibayarkan di Desember 2020, total dividen tahun 2020 adalah Rp725 per saham,” jelasnya.
Menurutnya, dengan posisi neraca yang kuat dan tanpa utang pada bank, Indocement siap melakukan investasi baik untuk program digitalisasi dan otomatisasi operasional perseroan mulai dari cara penjualan semen sampai operasional pabrik. Investasi juga dilakukan untuk mengkonversi pabrik agar dapat menggunakan bahan bakar alternatif dan memproduksi produk-produk yang lebih ramah lingkungan serta untuk ekspansi pada bidang logistik dan distribusi. Indocement juga siap untuk berpartisipasi untuk kemungkinan konsolidasi pada industri semen di masa depan.
Corporate Finance Manager Indocement Tunggal Prakarsa David Halim menambahkan semester pertama tahun ini telah memberikan signal yang positif terhadap pemulihan ekonomi namun sejak Juli dimana Indonesia kembali mengalami gelombang pandemi kedua yang diikuti oleh pembatasan mobilitas yang ketat dari pemerintah, Covid-19 merupakan faktor ketidakpastian yang berkelanjutan pada pemulihan ekonomi.
“Namun demikian Indocement tetap optimis terhadap konsumsi semen domestik pada tahun 2021 ini dengan perkiraan pertumbuhan 5%. Dari tahun-tahun sebelumnya, konsumsi semen di semester kedua telah bertumbuh lebih dari 30% dibandingkan semester pertama,” kata David.
Baca Juga : Saham Emiten Perhotelan dan Pariwisata Limbung Dihantam Pandemi
Lihat Juga :