Data Pribadi Rawan Dicuri, Talenta Keamanan Siber Perlu Didorong
Selasa, 03 Agustus 2021 - 20:26 WIB
Ilustrasi. FOTO/SINDOnews
JAKARTA - Dewasa ini perkembangan teknologi terjadi begitu cepat, apalagi dengan adanya pandemi literasi digital mau tidak mau semakin terakselerasi. Sayangnya, perkembangan teknologi maupun literasi digital yang tengah terjadi di masyarakat ini tidak dibarengi dengan kemampuan pemerintah maupun swasta dalam menangkal kemungkinan adanya serangan siber.
Apalagi saat ini bentuk serangan siber tidak hanya bersifat teknis seperti Distributed Denial of Service (Ddos), phising, malware dan lainnya. Saat ini serangan siber sudah mengarah pada kedaulatan bangsa sehingga bisa memiliki akibat yang luas untuk memecah belah bangsa.
Pakar IT Security Hasbi Hismanudin menyebut bahwa sangat mudah untuk menemukan dan menembus celah keamanan di beberapa situs milik pemerintah maupun swasta. Pria yang kini menjadi IT Security Engineer di PT Netmarks Indonesia itu bahkan pernah meretas situs KPU, Bawaslu, BPOM dan lainnya ketika baru lulus sekolah SMA.
“Kondisi saat ini di teknologi dan keamanan Siber, Indonesia merupakan negara yang paling banyak di serang dan sistem keamanan Pemerintah masih sangat lemah, selain itu SDM di Indonesia mengenai cyber security masih sangat sedikit,” ujarnya.
Apalagi saat ini bentuk serangan siber tidak hanya bersifat teknis seperti Distributed Denial of Service (Ddos), phising, malware dan lainnya. Saat ini serangan siber sudah mengarah pada kedaulatan bangsa sehingga bisa memiliki akibat yang luas untuk memecah belah bangsa.
Pakar IT Security Hasbi Hismanudin menyebut bahwa sangat mudah untuk menemukan dan menembus celah keamanan di beberapa situs milik pemerintah maupun swasta. Pria yang kini menjadi IT Security Engineer di PT Netmarks Indonesia itu bahkan pernah meretas situs KPU, Bawaslu, BPOM dan lainnya ketika baru lulus sekolah SMA.
“Kondisi saat ini di teknologi dan keamanan Siber, Indonesia merupakan negara yang paling banyak di serang dan sistem keamanan Pemerintah masih sangat lemah, selain itu SDM di Indonesia mengenai cyber security masih sangat sedikit,” ujarnya.
Lihat Juga :