Data Pribadi Rawan Dicuri, Talenta Keamanan Siber Perlu Didorong

Selasa, 03 Agustus 2021 - 20:26 WIB
Baca Juga: Data Pribadi 279 Juta WNI Bocor, Dijamin Bukan dari Data Ketenagakerjaan

Asal tahu saja, Hasbi menyebut saat usianya baru menginjak 18 tahun saja, dirinya sudah bisa meretas situs milik pemerintah dan swasta. Selain KPU, Bawaslu, BPOM dirinya juga meretas situs Persakmi dan Bank Nusumma, padahal dirinya hanya mempelajari cara melakukan hacking secara mandiri alias otodidak. Bagaimana efeknya bila aktivitas peretasan tersebut dilakukan oleh orang yang lebih berpengalaman?

“Karena saya berhasil menembus sistem keamanan pemerintah Indonesia itu saya diberikan penghargaan oleh Badan Siber dan Sandi Negara pada usia 18 tahun. Saya juga mendapatkan penghargaan dari Perhimpunan Sarjana Kesehatan Masyarakat Indonesia karena berhasil menembus celah keamanan situs mereka” lanjutnya.

Terbaru, bukti lemahnya keamanan siber di Indonesia adalah adanya laporan peretasan dan kebocoran data yang terjadi pada Asuransi BRI life. Dengan kebocoran sebanyak 463.519 file dokumen dengan ukuran 252 GB dan database 2 juta nasabah BRI Life itu laku dijual seharga USD7.000.

Selain itu, peretasan juga terjadi pada BPJS Kesehatan dengan 279 juta data penduduk bocor dan dijual melalui forum hacker. Belum lagi yang terjadi di Tokopedia, Bukalapak dan situs swasta dan pemerintah lainnya yang berpotensi merugikan negara.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!