Aktivitas Konsumsi Lesu, Rupiah pun Loyo Terhadap Dolar
Kamis, 19 Agustus 2021 - 16:58 WIB
Oleh karena itu, dibutuhkan "rangsangan" untuk menopang gairah perekonomian nasional yang lesu akibat PPKM. Lebih lanjut, ia menyampaikan BI tetap berkomitmen menjaga kecukupan likuiditas di perekonomian nasional.
Langkah itu dilakukan dengan injeksi likuiditas atau quantitative easing. Oleh karena itu dalam rapat dewan gubernur, Bank Indonesia memutuskan menahan tingkat suku bunga acuan (7 Days Reverse Repo Rate/BI 7DRR) sebesar 3,5% pada Agustus 2021.
Baca juga: Waspadai Beser serta Ngompol pada Lansia dan Laki-Laki
“Begitu pula dengan tingkat suku bunga deposit facility dan bunga lending facility masing-masing tetap 2,75 % dan 4,25%,” tambahnya.
Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup menguat terbatas di rentang Rp14.390 - Rp14.420.
Langkah itu dilakukan dengan injeksi likuiditas atau quantitative easing. Oleh karena itu dalam rapat dewan gubernur, Bank Indonesia memutuskan menahan tingkat suku bunga acuan (7 Days Reverse Repo Rate/BI 7DRR) sebesar 3,5% pada Agustus 2021.
Baca juga: Waspadai Beser serta Ngompol pada Lansia dan Laki-Laki
“Begitu pula dengan tingkat suku bunga deposit facility dan bunga lending facility masing-masing tetap 2,75 % dan 4,25%,” tambahnya.
Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup menguat terbatas di rentang Rp14.390 - Rp14.420.
(uka)
Lihat Juga :