Komnas Pengendalian Tembakau Kaitkan Krisis Covid-19 dengan Rokok

Jum'at, 27 Agustus 2021 - 13:38 WIB
Selain itu, dia juga menyampaikan pemerintah harus memiliki sense of crisis dan menyadari bahwa Indonesia tengah mengalami krisis pengendalian konsumsi rokok. Mengutip survei Komnas Pengendalian Tembakau pada 2020, meski pandemi berpengaruh pada penghasilan responden secara ekonomi, namun 49,8% responden masih menghabiskan uang belanja untuk rokok yang sama besarnya seperti sebelum pandemi, dan 13,1% responden justru naik jumlah konsumsi dan uang belanjanya untuk rokok saat pandemi.

Baca juga: Cara Sadap WhatsApp Cuma dengan Dua Langkah Saja

Soal jumlah perokok anak, derdasarkan data Riskesdas, pada 2013, jumlah perokok anak 7,2% dan naik menjadi menjadi 9,1% pada 2018. Angka tersebut telah melewati target capaian RPJMN 2014-2019 untuk menurunkan prevalensi perokok anak menjadi 5,4% pada 2019.

Sementara, merujuk pada data Bursa Efek Indonesia (BEI), pandemi Covid-19 tidak berdampak pada industri rokok. PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk milik Philip Morris asal Amerika Serikat mengantongi pendapatan Rp47,2 triliun pada semester I-2021 atau naik 6,5% (yoy). Begitu juga dengan PT Gudang Garam International Tbk yang pendapatannya naik 12,9% menjadi Rp60,6 triliun.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!