RI Pasar Besar Ekonomi Digital, Begini Rencana OJK

Jum'at, 27 Agustus 2021 - 21:31 WIB
Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso mengatakan, persaingan ekonomi digital dalam percepatan akses di Indonesia bukan di kalangan domestik lagi, melainkan regional dan global. Foto/Dok
JAKARTA - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) , Wimboh Santoso mengatakan, persaingan ekonomi digital dalam percepatan akses di Indonesia bukan di kalangan domestik lagi, melainkan regional dan global.

Menurut data OJK, saat ini Indonesia punya 272 penduduk dan penetrasi sangat besar dengan 55% dari populasi atau 150 juta penduduk dan 50% dari PDB ASEAN.



"Penetrasi internet di Indonesia sangat besar 55% dari populasi atau 150 juta penduduk dan 50% dari PDB ASEAN berasal dari Indonesia dengan nilai USD1,05 triliun," kata Wimboh dalam diskusi di laman YouTube OJK, Jumat (27/8/2021).

Baca Juga: Tiga Syarat Fundamental OJK Topang Ekonomi Digital RI

Wimboh menambahkan, bahwa angka yang disabet Indonesia jauh lebih besar dari Singapura dengan hanya USD345 miliar atau 10% dari PDB ASEAN dan Thailand sebesar USD502 miliar atau 15% dari PDB Asean.

"Jadi Indonesia adalah market yang sangat besar dan kalau kita lihat nilai digital Indonesia mencapai USD44 miliar atau 42% dari total digital ekonomi ASEAN, Singapura hanya USD9 miliar atau 8% dan Thailand USD18 miliar atau 17%. Sehingga Indonesia adalah peak market tentang ekonomi digital ini," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!