Kisah Alumni Program Kartu Prakerja: Membantu Perjalanan Karir hingga Asmara

Minggu, 12 September 2021 - 21:55 WIB
"Saya lolos kartu pra kerja, akhirnya saya memilih-milih program yang saya ikuti, akhirnya saya putuskan untuk memilih pengelolaan uang berbasis Syariah. Hal itu penting, karena menurut saya ini penting, terlebih saya masih muda, takutnya punya uang untuk berfoya-foya, makanya saya memilih program tersebut," sambungnya.

Setelah lulus dari pelatihan yang pertama itu, Andri melihat perlunya kompetensi yang mendukung pekerjaannya sebagai admin delivery. Untuk itu dirinya menjajankan dana pelatihan itu untuk mengambil kelas dasar korespondensi.

"Ditengah pekerjaan saya sebagai admin delivery, saya mengambil pelatihan kedua saya, yaitu dasar korespondensi. Saya mengambil pelatihan tersebut karena menunjang sebagai admin dalam pekerjaan saya, seperti membuat laporan, sampai cara menghubungi atasan," lanjut Andri.

Namun keterbatasan jaringan dan waktu yang terbagi akibat pekerjaan, membuat dirinya harus lebih lama untuk menyelesaikan pelatihannya. Untuk mensiasati hal tersebut Andri mengambil waktu di luar pekerjaannya untuk mengikuti pelatihan.

"Pelatihan ini sedang berjalan sampai sekarang, saya memang belum bisa menyelesaikannya karena saya ada kesibukan kerja. Selain itu dirumah saya juga ada keterbatasan jaringan selain itu saya juga hanya bisa menjalankan pelatihan ini dikantor setelah saya menyelesaikan pekerjaan saya," lanjutnya.

Baca Juga: Guru Besar IPB: Bukan Mustahil, Kartu Prakerja Bisa Jadi Agen Penyalur Kerja yang Efektif
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!