Luhut Targetkan Ekspor Bumbu Rempah Capai Rp28 Triliun di 2024
Senin, 27 September 2021 - 11:42 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan program Indonesia Spice Up The World akan dimulai pada tahun ini dan dilaksanakan secara berkelanjutan hingga 2024.
Ia menuturkan selama lima tahun ke belakang, terjadi tren positif terhadap ekspor bumbu atau rempah olahan Indonesia. Berdasarka laporan, rata-rata pertumbuhan sebesar 2,95 persen selama lima tahun terakhir, dan pada 2020 nilai ekspor tercatat sejumlah USD1,02 miliar atau Rp14 triliun.
Baca Juga: Luhut: Pemulihan Pariwisata Nasional Dimulai dari Pasar Domestik
Berbagai jenis bumbu dipromosikan adalah rendang, nasi goreng, sate, soto, gado-gado, serta bumbu pendukung lainnya seperti kecap manis dan kacang tanah. "Sementara rempah prioritas untuk ekspor adalah lada, pala, cengkeh, jahe, kayu manis, dan vanilla," kata Sandi.
Ia menuturkan selama lima tahun ke belakang, terjadi tren positif terhadap ekspor bumbu atau rempah olahan Indonesia. Berdasarka laporan, rata-rata pertumbuhan sebesar 2,95 persen selama lima tahun terakhir, dan pada 2020 nilai ekspor tercatat sejumlah USD1,02 miliar atau Rp14 triliun.
Baca Juga: Luhut: Pemulihan Pariwisata Nasional Dimulai dari Pasar Domestik
Berbagai jenis bumbu dipromosikan adalah rendang, nasi goreng, sate, soto, gado-gado, serta bumbu pendukung lainnya seperti kecap manis dan kacang tanah. "Sementara rempah prioritas untuk ekspor adalah lada, pala, cengkeh, jahe, kayu manis, dan vanilla," kata Sandi.
(nng)
Lihat Juga :