Menguak Strategi PLN dalam Mencapai Bauran EBT 23%
Rabu, 29 September 2021 - 22:58 WIB
"Implementasi co-firing biomassa pada PLTU PLN dengan porsi rata-rata 10% untuk PLTU di Jawa-Bali dan 20% untuk PLTU di luar Jawa-Bali, dengan CF 70%. Total kapasitas ekuivalen 2,7 GW atau hingga 13,7 juta ton per tahun biomassa bauran energi 6%," paparnya.
Selanjutnya, pembangkit beban dasar setelah tahun 2025 yang sebelumnya dirancang menggunakan PLTU batu bara diganti dengan PLT EBT base 1 GW. "Retirement 1,1 GW PLTU Sub Critical di Muarakarang, Priok, Tambaklorok, dan Gresik pada tahun 2030," imbuhnya.
Baca Juga: Penggunaan Energi Terbarukan untuk Tekan Konsumsi Energi Fosil
Edwin menuturkan, kapasitas terpasang pembangkit PLN pada tahun 2020 adalah 63,3 GW. Adapun rencana penambahan pembangkit baru sebesar 40,6 GW selama 10 tahun dengan porsi EBT mencapai 20,9 GW atau 51,6%.
"Direncanakan pembangkit PLTU retirement sebesar 1,1 GW dan penggantian PLTD/PLTMG/PLTG tua tersebar sekitar 3,6 GW sehingga kapasitas pembangkit PLN pada tahun 2030 menjadi 99,2 GW," jelasnya.
Selanjutnya, pembangkit beban dasar setelah tahun 2025 yang sebelumnya dirancang menggunakan PLTU batu bara diganti dengan PLT EBT base 1 GW. "Retirement 1,1 GW PLTU Sub Critical di Muarakarang, Priok, Tambaklorok, dan Gresik pada tahun 2030," imbuhnya.
Baca Juga: Penggunaan Energi Terbarukan untuk Tekan Konsumsi Energi Fosil
Edwin menuturkan, kapasitas terpasang pembangkit PLN pada tahun 2020 adalah 63,3 GW. Adapun rencana penambahan pembangkit baru sebesar 40,6 GW selama 10 tahun dengan porsi EBT mencapai 20,9 GW atau 51,6%.
"Direncanakan pembangkit PLTU retirement sebesar 1,1 GW dan penggantian PLTD/PLTMG/PLTG tua tersebar sekitar 3,6 GW sehingga kapasitas pembangkit PLN pada tahun 2030 menjadi 99,2 GW," jelasnya.
(akr)
Lihat Juga :