Strategi Pemanfaatan Utang Negara di Masa Pandemi

Jum'at, 08 Oktober 2021 - 07:31 WIB
Sementara itu, anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad mengungkapkan, pembayaran utang Indonesia saat ini dalam posisi yang relatif terjaga.

Pada quarter 1/2021 Neraca Pembayaran Indonesia mencatatkan surplus USD4,1 miliar. Sedangkan Neraca transaksi berjalan mengalami defisit rendah USD1 miliar. "Perkembangan ini didukung meningkatnya kinerja ekspor," kata Kamru.

Menurutnya, investasi portofolio makin meningkat seiring persepsi positif investor terhadap perbaikan ekonomi domestik. "Sementara investasi langsung mengalami surplus yang ditopang dalam bentuk ekuitas," sambungya.

Kamru juga mengutarakan total utang pemerintah mencapai Rp6.600 triliun per Agustus 2021. Namun, paling banyak adalah utang dari surat berharga negara (SBN) sebesar Rp4.517 triliun. "Kalau pinjaman luar negerinya Rp820,40 triliun," tegasnya.

Meskipun rasio utang pemerintah terus mengalami peningkatan dari 30,2% dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2019 menjadi 40,85% dari PDB pada tahun 2021, tapi hal tersebut masih lebih baik dari negara-negara lainnya.

"Bandingkan dengan Singapura yang mencapai 131 persen, Jepang 266 persen dan Malaysia 52,70 persen, Indonesia masih terjaga," ucap politikus Gerindra ini.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!