Progres Pembangunan Smelter Freeport di Gresik Capai 8%
Jum'at, 22 Oktober 2021 - 12:30 WIB
Tony melanjutkan, PTFI menggandeng PT Chiyoda International Indonesia untuk melakukan pekerjaan Engineering, Procurement, dan Construction (EPC) di tahap konstruksi. Adapun pendanaan proyek pembangunan smelter ini berasal dari perbankan dan internal.
"Sebagian sudah didanai oleh perbankan dan kami sudah mendapatkan komitmen dari perbankan sebesar USD1 miliar. Selebihnya kami akan biayai sendiri atau mungkin ada sumber-sumber pendanaan lain yang kami cari paling efektif supaya keekonomian dari proyek smelter tembaga ini terbantu," jelasnya.
Baca Juga: Telan Anggaran Rp42 Triliun, Smelter Freeport di Gresik Serap 40 Ribu Tenaga Kerja
Dia menambahkan, proyek pembangunan smelter di Gresik ditargetkan akan selesai dalam waktu 5 tahun. Namun pandemi Covid-19 menghambat proses pembangunan sehingga penyelesaian proyek tersebut akan mundur sekitar 4-5 bulan.
"Ada kendala pandemi sehingga proses penyelesaiannya mungkin 5 tahun ditambah sekitar 4-5 bulan. Ini sama seperti proyek-proyek lain di dunia yang hampir semua tertunda akibat situasi pandemi ini," tuturnya
"Sebagian sudah didanai oleh perbankan dan kami sudah mendapatkan komitmen dari perbankan sebesar USD1 miliar. Selebihnya kami akan biayai sendiri atau mungkin ada sumber-sumber pendanaan lain yang kami cari paling efektif supaya keekonomian dari proyek smelter tembaga ini terbantu," jelasnya.
Baca Juga: Telan Anggaran Rp42 Triliun, Smelter Freeport di Gresik Serap 40 Ribu Tenaga Kerja
Dia menambahkan, proyek pembangunan smelter di Gresik ditargetkan akan selesai dalam waktu 5 tahun. Namun pandemi Covid-19 menghambat proses pembangunan sehingga penyelesaian proyek tersebut akan mundur sekitar 4-5 bulan.
"Ada kendala pandemi sehingga proses penyelesaiannya mungkin 5 tahun ditambah sekitar 4-5 bulan. Ini sama seperti proyek-proyek lain di dunia yang hampir semua tertunda akibat situasi pandemi ini," tuturnya
(nng)
Lihat Juga :