Tepis Tudingan Erick Thohir Bisnis PCR, Stafsus: Sangat Tendensius!
Selasa, 02 November 2021 - 15:03 WIB
"Jadi bisa dikatakan hanya 2,5% dari total tes PCR yang sudah dilakukan di Indonesia. Hanya 2,5%, jadi 97,5% lainnya dilakukan pihak lain. Jadi kalau dikatakan bermain, kan lucu ya. Kalau mencapai 30% - 50% itu okelah, bisa dikatakan bahwa GSI ini ada main. Tapi ini hanya 2,5%," ungkapnya.
Baca Juga: Naik Pesawat Tak Perlu Tes PCR Lagi, Kemenhub: Tunggu Surat Edarannya
Arya juga menjelaskan, salah satu pemegang saham GSI adalah Yayasan Adaro. Dimana, yayasan itu hanya memiliki 6% saham GSI. Di lain sisi, yayasan tersebut merupakan yayasan kemanusiaan. Kemudian, imbuh dia, Erick Thohir sejak diamanahkan menjadi Menteri BUMN, tidak lagi aktif untuk mengurusi bisnis dalam yayasan tersebut.
"Jadi sangat jauh lah dari keterlibatan atau dikaitkan dengan Erick Thohir. Apalagi dikatakan main bisnis PCR, jauh sekali! Jadi bayangkan, GSI itu hanya melakukan 2,5% tes PCR di Indonesia, setelah itu Yayasan kemanusiaan Adaro-nya hanya (punya saham) 6%. Jadi bisa dikatakan yayasan ini sangat minim berperan di tes PCR," tandasnya.
Baca Juga: Naik Pesawat Tak Perlu Tes PCR Lagi, Kemenhub: Tunggu Surat Edarannya
Arya juga menjelaskan, salah satu pemegang saham GSI adalah Yayasan Adaro. Dimana, yayasan itu hanya memiliki 6% saham GSI. Di lain sisi, yayasan tersebut merupakan yayasan kemanusiaan. Kemudian, imbuh dia, Erick Thohir sejak diamanahkan menjadi Menteri BUMN, tidak lagi aktif untuk mengurusi bisnis dalam yayasan tersebut.
"Jadi sangat jauh lah dari keterlibatan atau dikaitkan dengan Erick Thohir. Apalagi dikatakan main bisnis PCR, jauh sekali! Jadi bayangkan, GSI itu hanya melakukan 2,5% tes PCR di Indonesia, setelah itu Yayasan kemanusiaan Adaro-nya hanya (punya saham) 6%. Jadi bisa dikatakan yayasan ini sangat minim berperan di tes PCR," tandasnya.
(fai)
Lihat Juga :