Penerbangan Internasional Garuda Dibabat, Tersisa Layanan Kargo
Selasa, 09 November 2021 - 19:29 WIB
Tak hanya itu, pemegang saham juga akan mengurangi jumlah pesawat Garuda Indonesia. Pada 2022, jumlah armada hanya akan tersisa 134 saja. Jumlah itu berkurang signifikan dari 2019 sebanyak 202 pesawat.
Baca juga: Wamen BUMN Bongkar Penyebab Harga Pesawat Garuda Paling Mahal di Dunia
"Jumlah pesawat juga akan menurun drastis, dari 202 pesawat (2019) menurun di 2022 sekitar 134 pesawat karena sebagian sudah di-grounded juga oleh lessor. Dan diharapkan ke depan akan tumbuh lagi kalau business plan-nya berjalan akan di sekitar 188 pesawat (tahun 2026)," katanya.
Di lain sisi, pemegang saham juga melakukan negosiasi ulang kontrak sewa pesawat yang digunakan oleh emiten ke depannya. Tujuannya untuk menyesuaikan biaya sewa pesawat dengan dengan market rates saat ini. Kemudian, meningkatkan kontribusi pendapatan kargo melalui peningkatan utilitas belly capacity dan digitalisasi operasional.
Baca juga: Wamen BUMN Bongkar Penyebab Harga Pesawat Garuda Paling Mahal di Dunia
"Jumlah pesawat juga akan menurun drastis, dari 202 pesawat (2019) menurun di 2022 sekitar 134 pesawat karena sebagian sudah di-grounded juga oleh lessor. Dan diharapkan ke depan akan tumbuh lagi kalau business plan-nya berjalan akan di sekitar 188 pesawat (tahun 2026)," katanya.
Di lain sisi, pemegang saham juga melakukan negosiasi ulang kontrak sewa pesawat yang digunakan oleh emiten ke depannya. Tujuannya untuk menyesuaikan biaya sewa pesawat dengan dengan market rates saat ini. Kemudian, meningkatkan kontribusi pendapatan kargo melalui peningkatan utilitas belly capacity dan digitalisasi operasional.
(ind)
Lihat Juga :