Rupiah Hari Ini Dibuka Merana, Yuan China Masih Perkasa
Rabu, 24 November 2021 - 11:00 WIB
"Belum ada kemungkinan pergeseran ke 'hawkish' yang tiba-tiba karena isu pencalonan ini, tetapi masih dalam tahap kelanjutan dari kebijakan yang diterapkan saat ini. Sempat ada usulan pengurangan aset yang lebih cepat yang diajukan oleh pejabat Fed pekan lalu," kata Managing Partner SPI Asset Management Stephen Innes kepada Reuters, Selasa (23/11).
Baca juga: Mata Uang Turki Runtuh, Demonstran Tuntut Erdogan Mundur
Pasar mata uang sebagian besar didorong oleh persepsi di mana bank sentral global dimungkinkan bakal mengurangi stimulus untuk masa pandemi dan mulai menaikkan suku bunga.
"Nominasi Powell untuk masa jabatan kedua akan membuat pasar nyaman dengan harga pasar saat ini," kata analis di Westpac dalam sebuah catatan. "Setidaknya tiga pejabat Fed sekarang secara terbuka juga membahas percepatan tapering," lanjutnya.
Di samping itu, langkah-langkah pembatasan mobilitas di Eropa akibat lonjakan angka Covid-19 juga masih menjadi tantangan bagi pasar di masa mendatang.
Baca juga: Mata Uang Turki Runtuh, Demonstran Tuntut Erdogan Mundur
Pasar mata uang sebagian besar didorong oleh persepsi di mana bank sentral global dimungkinkan bakal mengurangi stimulus untuk masa pandemi dan mulai menaikkan suku bunga.
"Nominasi Powell untuk masa jabatan kedua akan membuat pasar nyaman dengan harga pasar saat ini," kata analis di Westpac dalam sebuah catatan. "Setidaknya tiga pejabat Fed sekarang secara terbuka juga membahas percepatan tapering," lanjutnya.
Di samping itu, langkah-langkah pembatasan mobilitas di Eropa akibat lonjakan angka Covid-19 juga masih menjadi tantangan bagi pasar di masa mendatang.
(ind)
Lihat Juga :