Duh, Minyak Goreng Diprediksi Masih Mahal hingga Tahun Depan
Rabu, 24 November 2021 - 13:55 WIB
Kenaikan harga minyak goreng diprediksi masih berlanjut hingga kuartal I/2022. Foto/Dok MPI/Faisal Rahman
JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) memprediksi kenaikan harga minyak goreng masih berlanjut hingga kuartal I tahun 2022. Hal ini disebabkan oleh menurunnya produksi minyak sawit di beberapa negara pemasok.
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan menyebutkan, minyak sawit atau Crude Palm Oil (CPO) merupakan salah satu komoditas yang mengalami supercycle atau kenaikan harga dalam kurun waktu yang lama.
"Ini berpotensi untuk terus bergerak bahkan kita sudah prediksi sampai kuartal I 2022 masih meningkat terus karena termasuk komoditas yang supercycle. Dan ini kemungkinan beranjak naik terus," ujar Oke dalam webinar yang digelar Indef, Rabu (24/11/2021).
Baca juga: Harga Minyak Goreng Terpantau Turun di Wilayah Anies
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan menyebutkan, minyak sawit atau Crude Palm Oil (CPO) merupakan salah satu komoditas yang mengalami supercycle atau kenaikan harga dalam kurun waktu yang lama.
"Ini berpotensi untuk terus bergerak bahkan kita sudah prediksi sampai kuartal I 2022 masih meningkat terus karena termasuk komoditas yang supercycle. Dan ini kemungkinan beranjak naik terus," ujar Oke dalam webinar yang digelar Indef, Rabu (24/11/2021).
Baca juga: Harga Minyak Goreng Terpantau Turun di Wilayah Anies
Lihat Juga :