Jejak Karir Dirut HK Baru Budi Harto dan Wakomut Lukman Edy

Sabtu, 06 Juni 2020 - 18:19 WIB
Pada struktur direksi, ada nama Budi Harto yang ditunjuk menjadi Direktur Utama (Dirut) Hutama Karya untuk menggantikan Bintang Perbowo. Foto/Dok BUMN
JAKARTA - PT Hutama Karya (Persero) memiliki jajaran direksi dan komisaris yang baru setelah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir kembali melakukan perombakan dalam jajaran direksi di perusahaan konstruksi pelat merah. Pada struktur direksi, ada nama Budi Harto yang ditunjuk menjadi Direktur Utama (Dirut) Hutama Karya untuk menggantikan Bintang Perbowo.

Jejak karir Budi Harto sebelumnya pernah menjabat sebagai direktur utama PT Adhi Karya Tbk (ADHI) sejak 8 April 2016. Kali ini, Budi Harto ditunjuk memimpin Hutama Karya bersama beberapa orang lainnya yakni, Aloysius Kiik Ro (Wakil Direktur Utama), Suroto (Direktur), Ferry Febrianto (Direktur), Novias Nurendra (Direktur), Mohammad Erry Sugiharto (Direktur) dan Hilda Savitri (Direktur).



(Baca Juga: Giliran Direksi Hutama Karya Dirombak, Ini Susunan Lengkap Formasi Baru )

Di lingkungan BUMN karya, sosoknya tidak asing karena sudah malang melintang berkarier di sana. Pria kelahiran Boyolali, 11 September 1959 ini, memulai kariernya di BUMN Karya sejak 1984. Beberapa posisi penting pernah diembannya, yakni Presiden Komisaris PT WIKA Gedung (2009-2010), Komisaris Utama PT WIKA Intrade (2008-2009), lalu Adhi Karya (ADHI), dan kini di Hutama Karya (HK).

Sementara pada jajaran Komisaris PT HK, Menteri BUMN hanya memasukkan satu nama, yakni HM Lukman Edy sebagai Wakil Komisaris Utama (Wakomut) di PT HK.Lukman Edy boleh dibilang baru di dunia BUMN karya. Sebelumnya, pria kelahiran Riau ini lebih dikenal sebagai politisi.

Sedangkan pada ranah eksekutif, Lukman Edy pernah menjabat sebagai Menteri pada kepemimpinan SBY periode pertama, yakni di Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT) tahun 2006-2009. Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PKB ini tercatat dua periode dia duduk di DPR RI yakni periode 2009-2014 dan 2014-2019.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!