Analis: Penguatan Rupiah Hanya Mengikuti Tren Dunia

Selasa, 09 Juni 2020 - 05:37 WIB
Seperti diketahui, realisasi penerbitan surat berharga negara (SBN) hingga Mei 2020 oleh Kemenkeu sebesar Rp420,8 triliun. Ini termasuk Global Bond yang diterbitkan Kemenkeu pada April 2020 sebesar USD4,3 miliar. Pada Mei 2020, empat BUMN dikabarkan sudah dan sedang mempersiapkan penerbitan global bond dengan nilai mencapai USD5,6 miliar. Jadi total Global Bond yang diterbitkan oleh Kemenkeu dan BUMN mencapai USD10,9 miliar (Rp162 triliun kurs April 2020 Rp14.900 per USD).

"Penerbitan SBN dengan bunga tinggi ini, 1,5%-2% di atas Filipina dan Vietnam, sangat tidak wajar! Akan menjadi bom waktu di masa depan, karena beban bunga akan semakin besar sehingga membebani APBN di masa-masa mendatang," tutur Gede.

Baca: Rupiah Berada di Zona Nyaman di Bawah Rp14.000 per USD

Selain itu, yang juga signifikan adalah support dari Bank Indonesia yang dilakukan untuk menahan nilai tukar rupiah. Seperti diketahui, bank sentral telah membeli SBN yang dilepas asing di pasar sekunder sebesar Rp166,2 triliun pada April 2020. Ini adalah bagian dari total stimulus BI sebesar Rp503 triliun untuk menjaga kestabilan sistem keuangan di tengah resesi akibat pandemi corona.

"Tapi di balik semua itu, indikator eksternal ekonomi yang lebih fundamental dalam menyangga mata uang, yaitu neraca perdagangan, transaksi berjalan, dan neraca pembayaran, tetap mengalami defisit," tukas Gede.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!