Kebijakan Putar Balik Saat Libur Nataru Dijamin Tak Ada, Ini Strategi Menhub
Minggu, 19 Desember 2021 - 09:36 WIB
Kebijakan memutar balik atau penyekatan kendaraan di perbatasan wilayah saat momentum Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru) tidak akan menjadi pilihan pemerintah, begini strategi Menhub. Foto/Dok Kemenhub
YOGYAKARTA - Kebijakan memutar balik atau penyekatan kendaraan di perbatasan wilayah saat momentum Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 ( Libur Nataru ) tidak akan menjadi pilihan pemerintah.
Menteri Perhubungan atau Menhub Budi Karya Sumadi menyampaikan, untuk mencegah penyebaran varian baru COVID-19 Omicron, ia menuturkan pemerintah memiliki strategi yaitu dengan memperketat penerapan protokol kesehatan bagi pelaku perjalanan.
“Jadi untuk Istilah putar balik dan sebagainya tidak ada," kata Menteri Budi Karya usai meninjau sosialisasi Keselamatan Berkendara dan Pelatihan Mengemudi di Yogyakarta, dikutip Minggu (19/12/2021).
Baca Juga: Libur Nataru, Korlantas Pastikan Tidak Terapkan Aturan Putar Balik
Menhub menyadari saat ini antusiasme masyarakat untuk bepergian mulai meningkat. Kendati demikian, ia meyakini penularan SARS-CoV-2 varian baru tersebut dapat dicegah apabila kegiatan masyarakat diiringi dengan prokes ketat.
“Ada satu narasi tunggal, apa narasi tunggal itu, bahwa yang kita lakukan itu adalah pengetatan atas protokol kesehatan, pakai masker, jaga jarak, cuci tangan dan sebagainya," ujar dia.
Menteri Perhubungan atau Menhub Budi Karya Sumadi menyampaikan, untuk mencegah penyebaran varian baru COVID-19 Omicron, ia menuturkan pemerintah memiliki strategi yaitu dengan memperketat penerapan protokol kesehatan bagi pelaku perjalanan.
“Jadi untuk Istilah putar balik dan sebagainya tidak ada," kata Menteri Budi Karya usai meninjau sosialisasi Keselamatan Berkendara dan Pelatihan Mengemudi di Yogyakarta, dikutip Minggu (19/12/2021).
Baca Juga: Libur Nataru, Korlantas Pastikan Tidak Terapkan Aturan Putar Balik
Menhub menyadari saat ini antusiasme masyarakat untuk bepergian mulai meningkat. Kendati demikian, ia meyakini penularan SARS-CoV-2 varian baru tersebut dapat dicegah apabila kegiatan masyarakat diiringi dengan prokes ketat.
“Ada satu narasi tunggal, apa narasi tunggal itu, bahwa yang kita lakukan itu adalah pengetatan atas protokol kesehatan, pakai masker, jaga jarak, cuci tangan dan sebagainya," ujar dia.
Lihat Juga :