Keputusan Tidak Turunkan Harga BBM Tepat Saat Pertumbuhan Ekonomi Negatif

Rabu, 10 Juni 2020 - 23:13 WIB
Selain itu, keputusan tidak menurunkan harga BBM, juga karena harga minyak mentah dunia masih sangat berfluktuasi. Terbukti, ketika April harga minyak Brent anjlok pada pada level sekitar USD20/barel, saat ini kembali melesat sekitar 100%. Minyak Brent sekarang sudah menyentuh harga USD42,30/barel. “Harga minyak masih bisa naik dan bisa turun,” lanjutnya.

Harga minyak dunia menurut Mudrajad, memang sangat berfluktuasi. Hal ini terjadi, karena naik-turunnya harga minyak dunia, sangat dipengaruhi faktor geopolitik internasional. “Termasuk perang harga Arab Saudi dan Rusia. Belum lagi Amerika,” kata dia.

Bahkan saat ini, ketika harga kembali naik, juga dominan disebabkan faktor suplai, bukan demand. Dalam hal ini, karena OPEC sepakat memangkas produksi 9,7 juta barel/hari. “Karena suplai dikurangi, otomatis harga naik. Ini teori permintaan yang biasa,” pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!