Sri Mulyani: Utang Indonesia Lebih Terkendali Dibandingkan China
Kamis, 27 Januari 2022 - 20:50 WIB
Untuk Myanmar 11,1%, Thailand 11,6%, Filipina 13,4%, Arab Saudi 14,4%, China 18,7%, Afrika Selatan 19,3%, Brasil 19,5%, dan India 24%. "Jadi kita bisa bayangkan konsolidasi fiskal dari negara-negara yang countercyclical-nya lebih dalam akan lebih berat," tambahnya.
Baca Juga: Sri Mulyani Sudahi Ping Pong Anggaran Pembangunan IKN Baru
Sri mengatakan bahwa defisit yang meningkat tentu akan turut meningkatkan utang namun Indonesia masih tergolong terkendali dibanding beberapa emerging country lainnya.
Dari 2020 ke 2021, utang Indonesia naik 10,8% sedangkan Thailand 17%, Filipina 22%, Afrika Selatan 12%, China 11,8%, Malaysia 13,6%.
"Ini adalah suatu cara untuk melihat apakah policy design yang kita lakukan relatif bekerja secara cukup baik dan efektif untuk menangani COVID-19 dan dampak ke perekonomian," pungkasnya.
Baca Juga: Sri Mulyani Sudahi Ping Pong Anggaran Pembangunan IKN Baru
Sri mengatakan bahwa defisit yang meningkat tentu akan turut meningkatkan utang namun Indonesia masih tergolong terkendali dibanding beberapa emerging country lainnya.
Dari 2020 ke 2021, utang Indonesia naik 10,8% sedangkan Thailand 17%, Filipina 22%, Afrika Selatan 12%, China 11,8%, Malaysia 13,6%.
"Ini adalah suatu cara untuk melihat apakah policy design yang kita lakukan relatif bekerja secara cukup baik dan efektif untuk menangani COVID-19 dan dampak ke perekonomian," pungkasnya.
(nng)
Lihat Juga :