Penjualan Tumbuh 1,4%, Unilever Cetak Keuntungan Rp5,7 Triliun di 2021
Jum'at, 11 Februari 2022 - 09:53 WIB
Menyikapi ketidakpastian yang masih terus terjadi, Ira juga menekankan komitmen Perseroan terus memastikan ketersediaan opsi produk unggulan Unilever pada tingkatan harga yang terjangkau dengan menetapkan rekomendasi harga yang disarankan pada rentang Rp500-Rp2.000, khususnya pada portofolio produk primer yang sangat dibutuhkan masyarakat seperti Royco, Bango, Rinso, Sunlight, Sunsilk, dan Clear. Pemenuhan kebutuhan masyarakat melalui jalur distribusi yang tepat juga menjadi aspek penting keunggulan perseroan.
Pengamat Pasar Modal Asosiasi Analis Efek Indonesia Reza Priyambada menilai kinerja dari Unilever Indonesia dilihat dalam beberapa tahun terakhir memang masih mencatatkan kinerja yang baik. Dari sisi kinerja masih menjanjikan, apalagi produk-produk emiten dengan kode saham UNVR ini masih banyak dikonsumsi oleh masyarakat karena merupakan barang kebutuhan sehari-hari.
Tantangan, memang lebih pada kondisi pandemi. Meski begitu, daya beli akan tetap ada. Bisa saja ada pengurangan konsumsi masyarakat, namun tetap saja orang beli produk Unilever.
"Misal, produk sabun. Meski ekonomi lesu orang tetap membutuhkan untuk kebutuhan sanitasi setiap harinya. Implikasinya, konsumen akan lebih berhemat dengan mengurangi pembelian. Misal, yang sebelumnya beli Lifebuoy kemasan isi ulang besar/botol, sekarang orang beli kemasan lebih kecil," jelas Reza.
Dia mengatakan kinerja Unilever yang masih positif terjaga ditopang rentang produk perseroan yangsudah terdiversifikasi. Apalagi, selama tahun 2021 ada banyak produk baru yang diluncurkan untuk menjaga dominasi pasar.
Hingga kuartal III 2021 UNVR telah merilis 44 produk, baik launching maupun relaunching, yang sebagian besarnya berasal dari sub-segmen beauty & personal care. Pada rilis resmi yang diterima redaksi, pada triwulan-IV tahun 2021, Unilever juga berhasil meluncurkan beberapa inovasi lain yang sejalan dengan strategi prioritas perseroan dalam hal perluasan portfolio ke segmen premium dan value. Pada kelompok produk kecantikan dengan peluncuran Vaseline Gluta-Hya Serum Burst Lotion, serta perluasan segmen produk bayi pada merek Dove.
Pengamat Pasar Modal Asosiasi Analis Efek Indonesia Reza Priyambada menilai kinerja dari Unilever Indonesia dilihat dalam beberapa tahun terakhir memang masih mencatatkan kinerja yang baik. Dari sisi kinerja masih menjanjikan, apalagi produk-produk emiten dengan kode saham UNVR ini masih banyak dikonsumsi oleh masyarakat karena merupakan barang kebutuhan sehari-hari.
Tantangan, memang lebih pada kondisi pandemi. Meski begitu, daya beli akan tetap ada. Bisa saja ada pengurangan konsumsi masyarakat, namun tetap saja orang beli produk Unilever.
"Misal, produk sabun. Meski ekonomi lesu orang tetap membutuhkan untuk kebutuhan sanitasi setiap harinya. Implikasinya, konsumen akan lebih berhemat dengan mengurangi pembelian. Misal, yang sebelumnya beli Lifebuoy kemasan isi ulang besar/botol, sekarang orang beli kemasan lebih kecil," jelas Reza.
Dia mengatakan kinerja Unilever yang masih positif terjaga ditopang rentang produk perseroan yangsudah terdiversifikasi. Apalagi, selama tahun 2021 ada banyak produk baru yang diluncurkan untuk menjaga dominasi pasar.
Hingga kuartal III 2021 UNVR telah merilis 44 produk, baik launching maupun relaunching, yang sebagian besarnya berasal dari sub-segmen beauty & personal care. Pada rilis resmi yang diterima redaksi, pada triwulan-IV tahun 2021, Unilever juga berhasil meluncurkan beberapa inovasi lain yang sejalan dengan strategi prioritas perseroan dalam hal perluasan portfolio ke segmen premium dan value. Pada kelompok produk kecantikan dengan peluncuran Vaseline Gluta-Hya Serum Burst Lotion, serta perluasan segmen produk bayi pada merek Dove.
Lihat Juga :